Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Masukkan Benda Sihir ke Mulut Jenazah, Balasan yang Diterimanya Saat di Mekah Membuatnya..

TrenzCorner - Sarah adalah seorang ibu yang naik haji bersama anaknya, Hasan, ke Tanah Suci. Karena Sarah sudah tua, Hasan memapah ibunya itu dan berbisik, "Ummi, undzur ilaKa'bah (Ibu, lihatlah Ka'bah)."

Ibunya hanya membisu seribu bahasa. Hasan kembali berbisik, " Ibu inilah Ka'bah." Tapi tetap saja Sarah hanya diam sambil menyapukan pandangan.

Ini aneh, Hasan melihat wajah ibunya yang seolah masih mencari-cari di mana bangunan hitam segi 4 itu. Ibunya pun tak paham mengapa ia tidak bisa menyaksikan Ka'bah yang betul-betul tepat berada di hadapannya. Berkali-kali Sarah mengusap matanya tapi yang tampak hanyalah kegelapan.


Hasan tidak kecil hati, dan memohon ampun kepada Allah dan berdoa supaya ibu tercinta bakal merasakan anugerah bisa melihat Ka'bah.

Hasan yang merasa aneh dengan penglihatan ibunya yang buta tiap tiap kali di depan Ka'bah, kemudian bertanya apakah ibunya memiliki kesalahan sampai mendapat azab dari Allah. Namun ibunya menolak untuk mengaku.

Kemudian Hasan membawa ibunya bertemu dengan seorang ulama di Abu Dhabi. Ketika ditanya ulama itu, Sarah terdiam.

Saat Muda Ternyata....

Sehari setelah pertemuan itu Sarah menghubungi ulama tersebut melalui sebuah panggilan telepon dan menceritakan semuanya.

" Ustaz, ketika saya muda dulu saya bekerja sebagai perawat di sebuah rumahsakit pemerintah," kata Sarah. 
"Pekerjaan perawat adalah perkerjaan yang mulia," potong ulama itu.

"Tapi saya mencari uang sebanyak-banyaknya dengan bermacam cara, tidak peduli halal atau haram. Saya acap kali menukar bayi sebab tidak semua orang suka dengan jenis kelamin bayi yang dilahirkan. Apabila ada yang ingin anak laki-laki karena melahirkan seorang anak perempuan, saya akan menukarnya dengan imbalan uang," jelas Sarah menceritakan masa lalunya

" Lalu apa lagi yang Anda kerjakan?" tanya ulama itu lagi

" Di rumah sakit saya juga memandikan jenazah, tapi saya memandikannya juga karena ada sebabnya. Saya bekerja sama dengan dukun," kata Sarah.

Emosi Lihat Seorang Alim, Dia....

Sarah kemudian bercerita bahwa setiap ada permintaan menyengsarakan orang, baik membuatnya sakit atau meninggal, maka syaratnya benda sihir itu ditanam di tanah bersama orang meninggal. Karena itu Sarah akan memasukkan benda-benda itu ke dalam mulut si jenazah.

"Pernah sekali seorang alim meninggal dalam kecelakaan, saya memasukkan benda sihir itu ke dalam mulutnya. Tidak tahu mengapa benda-benda sihir itu kembali keluar dan tidak mau masuk sehingga saya mencoba menekannya lebih dalam berulang kali namun tetap gagal. Ketika emosi saya naik, saya masukkan benda-benda itu kemudian saya jahit mulutnya," ungkap Sarah.

Tidak pernah terbayang dalam hidup, seorang manusia, apalagi ia seorang wanita, yang memiliki hati nurani yang begitu keji dan kejam.

Sekitar 7 hari kemudian si ulama ini tidak mendapat panggilan telepon dari Sarah. Akhirnya ia bergegas ke rumah Hasan berharap Sarah akan bertaubat dengan segala perbuatannya.

Akan tetapi setelah bertemu Hasan, kabar duka yang diterima ulama itu. " Ummi sudah meninggal dua hari setelah menghubungi Ustaz," ujar Hasan.

Datang Pria Berjubah Hitam di Pemakaman

Hasan bercerita setelah menghubungi ulama, ibunya jatuh sakit dan terus meninggal. Dan lebih mengejutkan lagi peristiwa pemakaman Sarah yang tidak diterima oleh tanah Mekkah.

Tanah sudah digali, tapi ketika liang kubur sudah siap, tanah kembali tertutup rapat dan ini terjadi berulang ulang dari pagi hingga siang. Bahkan sampai waktu Magrib tak ada satu pun lubang kubur berhasil digali. Sampa-sampai penggali kubur putus asa dan meninggalkan Hasan dengan jenazah ibunya sendirian.

Sebagai anak yang sayang dan hormat ibunya, Hasan tidak sanggup meninggalkan jenazah ibunya tanpa dikubur. Dibawa balik ke negara asal rasanya juga tidak mungkin.

Disela sela Hasan berzikir, dengan izin Allah tiba-tiba berdiri seorang pria berjubah hitam. Wajahnya tidak jelas dan mengatakan, " Biar saya yang mengurus jenazah ibumu, kamu pulanglah."

Mendengar suara pria itu, entah kenapa hati Hasan begitu yakin dan percaya. " Aku minta kamu jangan menoleh ke belakang sampai kamu sampai di rumah," pesan pria itu pada Hasan.

Semoga kita bisa memetika hikmah dari kisah ini. Wallahu Alam...



sumber: eberita.org

Kita semua pasti mengenal Albert Einstein. Tokoh dunia yang memiliki IQ tertinggi. Namun tahukah kamu, jika IQ Einstein yang mencapai 160 dikalahkan oleh orang paling cerdas yang diceritakan Rasulullah ini

Ttrenz CornerSetiap orang meyakini bahwa setiap jiwa yang bernafas pasti akan mengalami kematian. Namun, kesibukan sehari-hari seringkali membuat orang terlena dan lupa bahwa besok atau lusa akan dipanggil oleh Allah SWT. Sampai tiba suatu saat, malaikat datang menjemput, dan pupuslah semua kelezatan dunia beralih menuju kehidupan yang abadi di sisi-Nya.

Orang beriman seharusnya tidak takut menghadapi mati, karena mati adalah sebuah keniscayaan. Yang harus ditakuti adalah apakah amal kita sudah cukup untuk menghantarkan pada kebahagiaan di akhirat?. Abu Bakar R.A saat ditanya oleh seorang sahabat, berapa kali anda ingat kematian dalam sehari? Abu bakar menjawab, “Saya mengingat mati manakala mata saya terjaga”. Itulah, sikap seorang teladan dalam mengingat kematian yang dengannya dapat menghantarkan pada puncak iman yang luar biasa.

Hidup di dunia hanyalah sementara, nikmat dunia yang diberikan Allah masih sedikit. Dari 100 rahmat-Nya hanya 1 rahmat yang diberikan ke dunia untuk dinikmati seluruh penghuni. Sehingga orang yang cerdas, adalah mereka yang mengarahkan hawa nafsu dan beramal untuk mempersiapkan kematian. Sementara orang yang bodoh, adalah mereka yang diperbudak hawa nafsu, berangan-angan mendapatkan pahala, serta mati-matian mengejar dunia siang dan malam dengan melupakan kehidupan akhirat.


Suatu ketika Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling cerdas? Rasulullah menjawab, “Mereka yang sering mengingat mati dan (tekun) mempersiapkan diri menghadapi kematian. Mereka pergi dengan kelegaan dunia dan kemuliaan akhirat.”

Salah seorang ulama mengatakan, siapa orang masuk liang kubur tanpa membawa amal banyak, maka seolah-olah ia mengarungi lautan tanpa perahu. Ia akan tenggelam diterpa badai.

Jadi, mengingat kematian haruslah menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian waktu kehidupan yang dijalani. Mengingat kematian tidak hanya sekedar mengingat, namun harus diikuti dengan amalan yang terus menerus dan sungguh-sungguh. Amalan untuk mempersiapkan kehidupan abadi di akhirat, yang hanya memiliki dua tempat yakni kebahagiaan (surga) dan penderiaan (neraka).

Rasulullah bersabda “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian)”.

Dalam hadits lain beliau bersabda, ” Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.

Lalu, apa sajakah usaha yang bisa diperbuat agar senantiasa ingat terhadap kematian?. Berikut adalah beberapa kiatnya.

1. Sering Mengunjungi Orang Sakit
Saat mengunjungi orang sakit, selain memberikan doa agar diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan Allah, juga harus mendapatkan pelajaran bahwa sakit atau kematian bisa saja datang kepada siapa saja yang Allah kehendaki tanpa memandang orang, tempat dan waktu.

2. Mengunjungi Orang Mati / Takziyah
Saat mengunjungi orang yang meninggal, selain mendoakan kepada jenazah dan keluarga yang ditinggalkan, juga harus menjadikan pelajaran atau nasehat bahwa kematian merupakan rahasian Allah yang tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan datangnya kematian.

3. Ziarah Kubur

Disunahkan menziarahi kubur, sebagai momentum untuk Mendoakan dan mengingat kematian.

4. Memantapkan Iman Kepada Hari Akhir

5. Mentadabburi Ayat-Ayat Allah Dan Hadits Rasulullah Terkait Neraka dan Surga.

Semoga artikel tentang Orang Paling Cerdas Menurut Rasulullah ini bermanfaat, Wallahu A'lam.
azr.


sumber : bacalah-indonesia.blogspot.com

Subhanallah! AllahuAkbbar! Amalan Doa Innahu Min Sulaimana Wainnahu Bismillahirrohmanirrohim.. Memang Sungguh Dahsyat.. Silahkan Coba Buktikan Sendiri

Trenz CornerSubhanallah! AllahuAkbbar! Amalan Doa Innahu Min Sulaimana Wainnahu Bismillahirrohmanirrohim.. Memang Sungguh Dahsyat..


INNAHU MIN SULAIMAN WAINNAHU BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, ALLA TA’LUU ALAYYA WA’TUUNI MUSLIMIIN.

Artinya :
Dengan menyebutkan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sebenarnya (surat) itu dari Sulaiman yang berisi : “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa jangan sampai anda sekalian berlaku sombong terhadapku serta datanglah kepadaku sebagai beberapa orang yang berserah diri


Pada pagi hari yang penuh barokah ini insya Allah doa mudah dikabulkan oleh Allah/mustajab…

Mudah-mudahan kebanyakan orang yang membaca serta mengamini status ini…

Dimudahkan semua masalah….

Di beri kekayaan yang banyak serta gampang seperti yang Engkau berikanlah pada Nabi Sulaiman tanpa ada jadi budak duniawi…

Dijauhkan dari semua penyakit, musibah, sial serta marabahaya…

Ditambahkan nikmat iman, Islam dan Al Wala’ Wal Bara’…

Yang belum nikah, mudah-mudahan ketemu jodohnya…

Yang telah menikah namun ingin miliki isteri 4, mudah-mudahan dimudahkan jalannya…

Yang telah menikah namun tidak miliki mobil….. Bila hujan kehujanan bila panas kepanasan, mudah-mudahan dimudahkan miliki mobil…

Yang telah miliki mobil namun credit, mudah-mudahan dapat lepas dari laknat ribawi….

Yang telah miliki mobil namun malu lantaran mobil type lama, mudah-mudahan dimudahkan miliki mobil baru….

Yang banyak hutangnya mudah-mudahan di beri jalan keluar supaya hutang-hutangnya terlunasi semua…

Ya Allah, berilah kami kecukupan dengan rejeki yang halal, hingga kami tak membutuhkan yang haram, serta berilah kami kekayaan dengan karunia-Mu, hingga kami tak membutuhkan pertolongan dari makhluk terkecuali diri-Mu…

Sebenarnya Allah Maha Kuasa, Allah Maha Kaya, Allah Maha Pengasih serta Penyayang serta Allah Maha Mendengar….

Aamiin Ya Rabbal Alamiiin
Mudah-mudahan langkah yang dikira kecil ini dapat menyebabkan besar dimasa depan, jangan sampai berasumsi remeh satu doa lantaran begitu dahsyatnya satu doa saat sukses mengguncang Arasy serta Sang Yang memiliki Semesta mendengar dan mengabulkannya….
azr.


sumber : http://www.sumber-manfaat.com/2017/03/anda-bermasalah-rejeki-cobalah-amalkan.html

Didalam Islam, Mengaji Disarankan Bersuara, Minimal Terdengar Oleh Diri Sendiri, Mengapa? Berdasarkan Penelitian Ternyata...

TrenzCorner - Seorang Muslim dianjurkan untuk membaca Quran setiap hari. Mengapa? Karena menurut survai yang dilakukan oleh dr. Al-Qodhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, bahwa hanya dengan mendengarkan ayat suci al-Qur’an, baik bagi yang mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Termasuk salah satunya menangkal berbagai macam penyakit.

Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Lalu, mengapa di dalam Islam, ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara? Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.


Berikut penjelasan logisnya :

1. Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh.

Nah, sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya. Hal tersebut artinya harus dengan suara. Maka muncul terapi suara yang ditemukan oleh dr. Alfred Tomatis, seorang dokter di Prancis.

Sementara dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa membaca Al-Qur’an dengan bersuara, memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.

2. Penelitian berikutnya membuktikan Sel Kanker dapat hancur dengan menggunakan frekuensi suara saja.

Dan kembali terbukti bahwa, membaca Al-Qur’an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.

3. Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur’an, dan disaat yang sama.

Sel-sel sehat menjadi aktif. Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi. Silahkan dilihat QS. Al-Isro’ ayat 82.

Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca al-Qur’an adalah karena menurut survai : suara yang paling memiliki pengaruh kuat terhadap sel-sel tubuh, adalah suara si pemilik tubuh itu sendiri. Lihat QS. 7 ayat 55 dan QS. 17 ayat 10.

Mengapa shalat berjama’ah lebih di anjurkan?

Karena ada do’a yang dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga, dan ini bisa mengembalikan sistem yang seharian rusak.

Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan?

Karena survai membuktikan, bahwa getaran suara hingar-bingar membuat tubuh tidak seimbang.

Maka kesimpulannya adalah:

1. Bacalah Al-Qur’an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.

2. Kurangi mendengarkan musik hingar-bingar. Ganti saja dengan murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan. Siapa tahu kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.

3. Benarkan baca al-Qur’an, karena efek suara kita sendirilah yang paling dasyat dalam penyembuhan. Niatkan juga untuk me-ruqyah diri sendiri, agar optimal proses tazkiyyahnya.

Selamat membaca Al-Qur’an. 


Sumber : wajibbaca.com




Inilah 5 Larangan Saat Melayat Jenazah yang TERNYATA Sering Diabaikan dan Disepelekan!!

Trenz Corner - Salah satu tugas seorang muslim ketika melihat saudaranya yang telah meninggal adalah mengantarkan jenazahnya hingga ke liang lahat setelah sebelumnya jenazah disholatkan. Lalu bagaimana tata cara atau adab-adab dalam mengantarkan jenazah?

Sebelum mengetahui hal tersebut, kita simak lebih dahulu hadits Rasulullah SAW tentang mengantarkan jenazah ini.

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Siapa yang mengantarkan jenazah seorang muslim dengan iman dan ihtisab hingga menyalatkannya dan selesai penguburannya, sesungguhnya dia akan kembali dengan membawa 2 qirath. Masing-masing qirath seperti gunung Uhud. Siapa yang menyalatinya saja kemudian pulang sebelum dikuburkan, sesungguhnya dia pulang membawa 1 qirath”.


1. Jangan Biarkan Ibrah Melayang
Bagi yang mengantarkan jenazah seharusnya bisa memetik ibrah atau pelajaran dari pengalamannya mengantar jenazah bahkan mengangkat tandu jenazah. Anggap saja replika atau bahkan simulasi bahwa sang pengantar suatu saat akan menjadi si yang diantar (baca: jenazah). Ini sebuah alarm kematian, ambil ibrah segera.

Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda,”Jenguklah orang sakit dan iringilah jenazah, dengan demikian kalian akan mengingat akhirat.”

2. Jangan Bercanda
Bercanda memang sesuatu yang sangat menyenangkan, apalagi dengan orang yang menyenangkan pula. Akan tetapi hal tersebut hendaknya tidak dilakukan ketika mengantar jenazah. Ini bukan pada tempat yang tepat untuk bercanda apalagi bicara ngalor ngidul di luar konteks. Obrolan yang hanya berorientasi dunia atau bercanda itu merupakan adab yang buruk. Tentu saja menjauhkan diri untuk tafakkur dan mengambil pelajaran tentang kematian.

3. Jangan Mengeraskan Suara
Tak ada larangan berbicara, hanya saja yang perlu dan penting saja. Selain itu jangan biarkan obrolan lebih keras daripada zikir.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. bahwa saat beliau berjalan mengiringi jenazah, beliau mendengar seseorang bersuara keras, “Mintakan ampunan untuk mayit ini, semoga Allah SWT mengampunimu.” Maka Ibnu Umar ra. berkata,”Allah tidak mengampunimu, munkar bila mengeraskan suara dan bertentang dari apa yang seharusnya dilakukan dalam suasana ini, seharusnya bertadabbur dan tafakkur dan mengambil pelajaran dari kematian”.

4. Jangan Pusingkan Kendaraan Menuju Pemakaman
Bisa naik kendaraan apapun. Jika seseorang sudah lansia (lanjut usia atau tak punya tenaga penuh untuk berjalan kaki, atau jika jarak pemakaman jauh, diperbolehkan untuk berkendaraan. Jika sebagian ada yang jalan kaki dan sebagian berkendaraan, sebaiknya kendaraan posisinya di belakang barisan. Sementara yang memilih jalan kaki bisa di depan, di belakang dan bisa di samping kiri atau kanan jenazah.

Dari Tsauban ra. Berkata, Rasulullah SAW dibawakan tunggangan saat mengantarkan jenazah. Akan tetapi beliau menolak untuk menaikinya. Sehingga beliau ditanya sebabnya dan menjawab, “Sesungguhnya para malaikat berjalan kaki dan aku tidak mau naik tunggangan sementara mereka berjalan kaki.” Saat para malaikat itu telah pergi, maka beliau pun naik kendaraan.
Bahwa Rasulullah SAW keluar mengiringi jenazah Abi Dahdah ra. dengan berjalan kaki, lalu pulangnya dengan berkendaraan.

5. Jangan Terburu-buru, Tapi Bersegera
Terburu-buru berbeda dengan bersegera. Jika jenazah diketahui orang yang sholeh, maka saat diusung mayatnya, ia akan ‘minta’ disegerakan. Dari sinilah ada kebiasaan untuk mengusung jenazah dengan segera. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim disebutkan:

Dari Abi Said Al-Khudhri ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Bila jenazah diangkat dan orang-orang mengusungnya di atas pundak, maka bila jenazah itu baik, dia berkata, “Percepatlah perjalananku.” Sebaliknya, bila jenazah itu tidak baik, dia akan berkata,”Celaka!, mau dibawa ke mana aku?” Semua makhluk mendengar suaranya kecuali manusia. Bila manusia mendengarnya, pasti pingsan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara itu, jika mengusung jenazah dengan terburu-buru hingga mengundang marabahaya bagi yang lain, tentu harus dihindari.
Wallahua’ lam. Semoga kita banyak mengambil pelajaran dari pengantaran jenazah.


sumber : bersamadakwah.net

Arti Tanggal Lahir dan Karakter Menurut Islam Berdasarkan Urutan Surah dalam Al-Qur’an, Ternyata...

Trenz Corner- Anda pasti pernah mendengar arti kelahiran menurut zodiak, Primbon Jawa dan sebagainya. Anda pasti tahu bagaimana sifat yang sesuaimdengan tanggal lahir Anda. Tapi apakah Anda pernah mendengar tentang tanggal lahir menurut Islam.

Seperti yang telah kita ketahui semua, bahwa Al-Qur’an merupakan kitab pedoman bagi seluruh ummat muslim di dunia ini, di dalam Al-Qur’an pun sudah memiliki banyak pesan yang tersurat maupun tersirat, seperti kode tersembunyi di setiap ayat yang tertulis di dalamnya. Walaupun sudah banyak orang yang mengetahui dan memahami isi dari Al-Qur’an, tetapi masih ada banyak yang belum terjawab dariAl-Qur’an khusus arti dari tanggal lahir.

Allah SWT menyampaikan setiap ayat Al-Qur’andengan perantara Malaikat Jibril yang membawakan wahyu untuk disampaikan kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW menghafalkan setiap wahyu yang diturunkan dan kemudian ditulisnya di atas suatu media, seperti pelepah kurma, diatas kayu dan batu, atau di kulit domba.


Allah SWT sudah merancang dengan sangat baik dan sempurna terhadap Al-Qur’an yang bertujuan agar manusia di segala zaman, segala tingkat kepandaian dan segala usia dapat memahami isinya. Tetapi tetap saja masih banyak sekali hal-hal yang belum dapat dipecahkan dari isi Al-Qur’an. Salah satu dari misteri yang belum terpecahkan adalah misteri tanggal lahir manusia berdasarkan Al-Qur’an.

Yang menjadi masalah adalah waktu penanggalannya. Apakah sistem penanggalan yang digunakan dengan sistem tanggalan Hijriyah yang berdasarkan kepada bulan, atau masehi yang berdasarkan matahari?

Jika menggunakan sistem penanggalan hijriyah, maka tidak akan cukup harinya. Karena penanggalan hijriyah hanya sampai pada tanggal 28 atau 29 saja, tidak sampai 30. Sementara di dalam Al-Qur’an terdapat 30 juz.

Sementara jika menggunakan sistem penganggalan masehi. Dalam satu bulan terdapat 30 sampai 31 hari. Yang menjadi permasalahan adalah jika seseorang itu lahirnya pada tanggal 31. Mungkin idealnya adalah penggabungan 2 karakter angka, yaitu angka 1 dan 30. Tetapi hal itu bisa dijadikan patokan.

Anda bisa cek karakter Anda sesuai tanggal lahir dari surat Al-Qur’an berikut ini:

1. Tanggal 1 Surat Al Fatihah (Pembukaan)

Karakter : Menyukai hal baru, berbakat menjadi pemimpin, seorang pioneer (pelopor), idealis, cenderung ingin sempurna, pandai memanfaatkan kesempatan, egois, harus selalu jadi prioritas utama, sering mengulangi
kesalahan yang sama, orang yang belum mengenalnya akan mengira sebagai sosok yang angkuh dan sulit ditaklukkan.

2. Tanggal 2 Al Baqarah (Sapi Betina) 

Karakter : Pekerja keras, taat akan hukum dan aturan, memiliki  jiwa sosial dan kepedulian tinggi, menyukai hal-hal yang bersifat rutinitas, jika dia mampu ada cenderungan menjadi seorang dermawan, kurang inisiatif, sering dimanfaatkan orang lain serta gampang percaya kepada orang lain.

3. Tanggal 3 Ali Imran (Keluarga Imrarga Imran)

Karakter : Seorang pemimpin (walaupun dalam kelompok kecil), berhati-hati dalam bertindak, mengayomi, tegas, suka suasana perdebatan dan agak cerewet. Jika wanita ia cenderung tomboy, ingin menang sendiri, seorang pemimpi dan sering berfantasi.

4. Tanggal 4  An Nisa (Wanita) 

Karakter : Sensitif dan perasa, feminim, protektif terhadap 2 keluarga, kreatif, kompak tapi mudah dipengaruhi, agak jahil (iseng), dan penggoda. 

5. Tanggal 5 Al Maidah (Hidangan)

Karakter : Diperlukan banyak orang, menyukai perubahan, memiliki insting yang lumayan, cepat bosan, ingin dilayani, susah diatur.

6. Tanggal 6  Al Anaam (Binatang Ternak)

Karakter: Punya insting tajam, kurang mandiri, terkadang seenaknya sendiri, emosional, pemalu dan kurang percaya diri, dan cepat berubah pikiran.

7. Tanggal 7 Al A’Raaf (Tempat Tertinggi)

Karakter : Cermat dan teliti, mudah mengambil hati orang lain, penuh inspirasi, terlihat sombong, suka meremehkan dan cepat puas.

8. Tanggal 8 Al Anfaal

Karakter : Optimis, mobilitas tinggi, menyukai perubahan, emosional, gampang berubah pendirian, saat marah suka menyakiti diri sendiri.

9. Tanggal 9 At Taubah 

Karakter : Pemaaf, perfeksionis, mudah bergaul, tegas, tidak suka basa basi, tidak cepat puas, ingin selalu diperhatikan, keras kepala dan mudah goyah.

10. Tanggal 10 Yunus

Karakter : Cepat menyesuaikan, banyak cara keluar dari persoalan, setiap kemauan harus terpenuhi, licin dan cerdik, tirdik, tidak bisa dikekang dan susah diatur, mudah menyangkal dan banyak alasan.

11. Tanggal 11 Huud 

Karakter: Dibutuhkan banyak orang, mudah menerima, berhati-hati dalam berbuat, tidak banyak kemauan, pasif, terkadang diremehkan, peka perasaan.

12. Tanggal 12 Yusuf

Karakter: Percaya diri, optimisme tinggi, tekun, teliti, disukai banyak orang, emosional, tidak mudah percaya, tidak bisa menahan keinginan, ambisius.

13. Tanggal 13 Ar Ra’du (Guruh / Petir)

Karakter : Pemikir, dinamis, menyukai perbedaan, mudah menarik perhatia, logis, suka berdebat, tempramental, lambat memahami sesuatu.

14. Tanggal 14  Ibrahim

Karakter : Pembimbing yang baik, patuh pada aturan, keras dan tegas, banyak rencana, rela berkorban.

15. Tanggal 15 Al Hijr (Batu) 

Karakter : Perfeksionis, keras kepala, telaten, gampang goyah pendiriannya, mudah dipengaruhi.

16. Tanggal 16 An Nahl (Lebah)

Karakter : Rajin dan tekun, ramah, peka pada suasana di sekitarnya, berjiwa sosial, pandai memanfaatkan kesempatan, rapi, cerewet, sensitif dan agak cengeng, pendendam.

17. Tanggal 17 Al Israa 

Karakter : Idealis, banyak ide, suka berkhayal, emosional, lebih produktif jika beraktivitas pada malam hari (kegiatan yang baik dan bermanfaat).

18. Tanggal 18 Al Kahfi 

Karakter : Suka menolong, pengamat yang baik, pandai menyimpan rahasia, tidak mudah percaya, suka memendam masalah dan mengurung diri, susah ditebak maksudnya.

19. Tanggal 19 Maryam

Karakter : Pengasuh, kekanak-kanakan, menyukai anak-anak, suka m, suka mengajar, sabar, memiliki banyak cara menyelesaikan masalah, bicara berdasar bukti, sering difitnah.

20. Tanggal 20 Thaha 

Karakter : Misterius, suka bepergian, memegang teguh aturan, suka lari dari masalah.

21. Tanggal 21 Al Anbiyaa

Karakter : Bertanggung jawab, seorang pemimpin dan pemikir, pendengar yang baik, menerima apa adanya (ikhlas), tidak banyak kemauan.

22. Tanggal 22 Al Hajj 

Karakter : Segala sesuatu harus sempurna, mudah dipengaruhi, gampang terpengaruh, terburu-buru ingin cepat sampai tujuan, menyukai keramaian, sering berpikir muluk.

23. Tanggal 23 Al Mu’minuun

Karakter : Normatif, sensitif, feminim, fanatik terhadap sesuatu, mudah terpancing emosinya.

24. Tanggal 24 An Nuur 

Karakter: Mudah memberikan jalan keluar, cermat memilah masalah, pendengar setia, mudah tersinggung, suka mengungkit-ungkit, gampang menyalahkan.

25. Tanggal 25 Al Furqan 

Karakter : Punya skala prioritas, gemar membandingkan, ceplas ceplos, kurang inisiatif dan tidak banyak kemauan.

26. Tanggal 26 Asy Syuara 

Karakter : Pandai mengambil hati, suka berbelit-belit, kurang berani untuk menyampaikan keinginan, agak cerewet, tidak banyak keinginan, kurang romantis.

27. Tanggal 27 An Naml 

Karakter: Insting kuat, memiliki perencanaan yang baik, pandai memanfaatkan peluang, susah bekerja sendiri, mudah panik, tidak bisa disalahkan, mudah tersinggung, tidak bisa ditentang.

28. Tanggal 28 Al Qashash 

Karakter : Berani menyampaikan keinginan dan pendapat, memegang komitmen, mudah bergaul, tidak pernah kehabih kehabisan bahan pembicaraan, pendendam, emosional, romantis, pencemburu.

29. Tanggal 29 Al Ankabuut 

Karakter : Banyak kenalan, sabar, dinamis, kurang menyukai keramaian, tidak berfikir panjang, kurang pandai memelihara  jaringan, bekerja kurang sistematis, mudah tersinggung.

30. Tanggal 30 Ar Ruum 

Karakter : Optimis, banyak akal, anggun, tempramental, suka bertindak semaunya dan ingin menang sendiri, pencemburu berat, setiap kemauannya harus dipenuhi.

31. Tanggal 31 Lukman 
Karakter : Bijaksana, seorang pemimpin, melindungi komunitasnya, sabar, tekad kuat, otoriter, setiap perintahnya harus dituruti.

Penafsiran yang dilakukan berbeda dengan ramalan yang biasa dilakukan oleh tukang peramal, penafsiran ini merupakan semacam buah pikiran dari seseorang yang berusaha mencari jati dirinya melalui media Al-Qur’an. Penafsiran yang dilakukan juga tidak boleh sembarangan, karena menyangkut dengan ayat-ayat Al-Qur’an atau perkataan Allah SWT.

Ingat! Ini semua tidak bisa dijadikan patokan untuk dapat melihat jati diri seseorang. Cara mengukur jati diri yang paling sederhana adalah dengan berkaca dengan orang yang lebih baik dibandingkan kamu. Karena dengan berkaca kepada orang lain kamu akan tahu kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki.


Wallahu a'lam....



Sumber : dari berbagai sumber

Perbanyaklah Mandi Bersama Istrimu, Karena Ternyata...

TrenzCorner - Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala menyampaikan sebuah riwayat agung dari Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq. “Aku mandi bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dari satu bejana. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mendahuluiku sampai aku berkata, ‘Tinggalkan untukku. Tinggalkan untukku.” 

Dalam kelanjutan riwayat yang dikutip oleh Salim A Fillah dalam Bahagianya Merayakan Cinta ini disebutkan, “Waktu itu, keduanya berjanabat (mandi w4jib).”

Lihatlah. Beliau yang mulia telah memberi contoh terbaik. Mandi. Berdua. Saling rebut air dan alat mandi, hingga terbit senyum dan tawa renyah dari keduanya.


Dalam riwayat lain oleh Imam Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah Rahimahumallahu Ta’ala, dikisahkan dari Ummul Mukminin Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Aku biasa mandi bersama dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dari satu bejana. Kami terbiasa memasukkan tangan kami bersama-sama ke dalam satu bejana.”

Inilah teladan nan mulia. Beliau tidak hanya melakukannya dengan saalah satu istrinya, tapi dengan istrinya yang lain. Beliau melakukan itu sebagai salah satu teladan yang memiliki banyak hikmah.

Perhatikanlah. Inilah sunnah yang tidak hanya bisa menautkan hati dan membuat cinta di antara kalian saling bertambah, tapi juga dijanjikan pahala yang agung di dunia dan akhirat.

Tidak usah malu. Sebab dia sudah halal untukmu. Tidak usah enggan. Sebab ini akan sangat mengesankan. Jangan banyak beralasan. Sebab amalan ini akan membuat kalian saling menerima satu dengan lainnya secara sempurna.

Sering-seringlah melakukan ini, jika kondisinya memang memungkinkan. Berdua. Dari ember yang sama. Cukup dengan satu gayung. Bergantianlah. Atau bersama-samalah memasukkan tangan. Saling mengguyur, saling membersihkan, saling menabur sabun sembari menggosok dan mengusap secara lembut di tubuh pasangan. Bersihkan; dengan sedikit tekanan tenaga dan banyak cinta nan bertabur rindu ketulusan.

Jika anak-anak sudah besar, jadwalkan saat anak-anak tidak di rumah. Atau bisa mengupayakan rumah lain yang memungkinkan untuk ditinggali berdua.

Jika memang benar-benar tidak bisa, tetaplah setia menyiapkan handuk dan pakaian untuk pasangan. Lalu bergegaslah masuk ke dalam kamar setelah ia selesai membersihkan badannya. Selanjutnya, keringkan badan dan rambutnya dengan sepenuh cinta. Jangan lupa, bantu ia untuk mengenakan pakaian; dalam ataupun luar.

Wallahu a’lam...


sumber : keluargacinta.com

Subhanallah!! Lihat Bayi Baru Lahir Ini Sebut Nama Allah Berkali-kali. Dokter, Perawat dan Semuanya Gempar

Trenz CornerSeorang bayi yang baru lahir di kota Sirajganj, Bangladesh mengundang perhatian. Begitu lahir, bayi ajaib anak pasangan Khoda Box dan Rozena Begum itu bisa mengucapkan nama “Allah” secara jelas.

Inilah bukti kekuasaan Allah yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, sebagaimana Allah berfirman,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran/3:190-191].


وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir; maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka. [Shâd/38:27].

Dilansir siramanislam.com, bayi yang baru lahir itu langsung mengucapkan nama Allah SWT. Itu lahir di rumah sakit Memorial Moinuddin di Sirajganj, Bangladesh. Seperti diketahui, Bangladesh merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim. Umat Islam di Bangladesh meyakini fenomena itu sebagai bukti kekuasaan Allah SWT.

Untuk lebih jelasnya, silahkan tonton langsung video bayi yang mengucapkan lafadz/asma Allah ini:

azr.


sumber : wajibbaca.com

Subhanallah... Ternyata Selama Kita Tidur Ruh Kita Pergi Ke Tempat Ini.. Beranikah Kalian Baca Ini

Trenz CornerTidur waktunya istirahat di mana kita ketahui bila otak dan tubuh kita semua mengambil waktu rehat setelah bekerja sepanjang hari. Namun, tidur juga kerap disangka sebagai kematian kecil yang berjalan pada manusia lantaran kurun waktu kita tidur, kita ada dalam kondisi tidak sadar. Di kenali juga bila roh kita bakal meninggalkan tubuh kita yang tengah terbaring di atas tempat tidur. Yang buat penasaran dan buat orang bertanya-tanya yakni apabila memang benar roh kita pergi saat kita tidur pulas, ke mana ia akan pergi?

Nyatanya Waktu Tidur Roh Anda Akan Pergi Ketempat Ini

Memanglah rasa-rasanya akan demikian sulit untuk kerjakan riset tentang hal sejenis ini, namun rupanya apabila membaca Al-Qur’an lewat cara jeli, jadi di sana sudah ada info lengkapnya di mana Allah menyatakan firman-Nya bila jiwa seseorang dipegang Allah waktu matinya orang itu dan jiwa seorang juga dipegang oleh-Nya walaupun belum mati dan pada waktu istirahat dalam tidur.


Jiwa orang itu ditahan oleh Allah yang sudah Ia tentukan kematiannya dan jiwa yang lain pasti akan dilepaskan oleh Allah sampai saat yang sudah ditetapkan. Sebenarnya dari situlah ada tanda sinyal kuasa Allah yang telah diperlihatkan pada mereka sebagian ahli yang disebut kelompok berpikir.

Roh manusia menurut Islam yakni seperti itu, yang dasarnya memang jiwa seorang manusia sudah jelas dipegang Allah waktu wafat, tetapi sesungguhnya yakni bila tidak hanya saat orang itu wafat saja jiwanya ada pada Allah.

Allah juga bertanggung jawab dan menahan jiwa beberapa orang yang belum mati ; Dia menahannya waktu sebagian orang itu tengah istirahat dalam tidur. Itu tanda begitu besar kuasa Allah yang bertanggungjawab atas manusia ciptaan-Nya bukan hanya waktu mereka bangun tetapi juga waktu saat dalam keadaan tidur. Jadi, bisa di pastikan bila roh kita begitu aman karena jiwa kita dipegang oleh Allah sendiri.

Dari ayat itu, kita manusia jadi tahu benar kemana ruh pergi saat manusia tidur. Jadi, roh kita tidaklah jalan-jalan ke mana saja lewat cara asal-asalan tetapi memang jiwa kita dipegang lewat cara aman oleh Sang Pencipta kita sendiri. Oleh karena itu semestinya kita tidur seperti yang disabdakan oleh Rasulullah.

Rasulullah dalam sabdanya menuturkan bila seorang yang bangun dari tempat tidurnya, dan kembali pada, kainnya harus dikibas-kibaskan beberapa tiga kali terlebih dulu beranjak melanjutkan tidur dan naik ke atas tempat tidur lagi. Sebenarnya, orang itu tidak pernah tahu apa yang terjadi waktu dia meninggalkannya. Lantas apabila membaringkan tubuh, dianjurkan untuk membaca doa khusus menyebut nama Allah yang dasarnya berserah diri pada Allah dan mempercayakan hidup sepenuhnya di tangan-Nya yang memelihara hamba-hamba-Nya yang shalih.

Ada saran baik bila sebelumnya pergi tidur untuk beristirahat setelah selama seharian beraktivitas, janganlah lupa untuk kerjakan wudhu lebih dulu. Banyak yang meyakini bila kadang-kadang tidur yg tidak bisa nyenyak itu karena diganggu oleh makhluk halus dan semacamnya, jadi dengan berwudhu, hal sejenis ini akan melindungi kita dari masalah si jahat berupa apapun. Ditambah dengan doa yang dianjurkan lebih dahulu, makin lengkaplah senjata perlindungan yang kita punyai dan tidak butuh kuatir sebab Allah-lah yang berikan perlindungan sepenuhnya. Wudhu akan begitu bermanfaat untuk menjaga tubuh kita juga tetaplah dalam keadaan suci bahkan waktu sebelumnya tidur. Jadi, sudah jelas disini dan telah terjawab dimanakah ruh kita waktu tidur
azr.


sumber : kabar-terpercaya99.blogspot.com

Berdasarkan Hadits Nabi, Inilah 3 Waktu yang Sangat Baik Bagi Suami-Istri Untuk Berh*bungan Int*m

Trenz CornerDalam Islam, tidak terdapat larangan kapan pasangan suami istri berkehendak melakukan interaksi, selain tentu saja ketika-ketika syarat yang dihentikan, contohnya istri tengah haid dan atau siang hari pada bulan Ramadhan. Bahkan ternyata, ada juga ketika di mana interaksi akan jadi sangat baik apabila dilakukan.

Pertama, ketika seorang suami membutuhkan. Kebutuhan suami akan interaksi tidak sama dengan istri. Menurut hadist, bila terdapat lelaki melihat perempuan yg membuatnya terpikat, hendaknya ia segera mendatangi istrinya. Karena apa yang terdapat pada istrinya jua ada dalam wanita itu.

Ini berdasarkan HR. Turmudzi 1158, Ibnu Hibban 5572, ad-Darimi dalam Sunannya 2261, serta yang lainnya.


“Bila si istri dipanggil oleh suaminya karena perlu, maka supaya segera datang, walaupun ia sedang masak.” (H.R.Tirmidzi, serta dikatakan hadis Hasan).

Kedua, ketika sebelum Shubuh, pada saat Dzuhur, dan setelah Isya. “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki serta perempuan) yg anda miliki, serta orang-orang yg relatif balig pada diantara anda, meminta biar pada anda tiga kali (pada satu hari) merupakan: sebelum shalat subuh, waktu kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di saat dzuhur dan sehabis shalat Isya’. (Itulah) tiga ketika aurat bagi anda. tidak terdapat dosa atasmu serta tidak (pula) atas mereka selain berdasarkan (tiga ketika) itu,” (QS. An-Nur: 58).

Tafsir dari hadits ini merupakan menjadi berikut: “Dulu para sahabat radhiyallahu ‘anhum, mereka terbiasa melakukan hubungan dengan istri mereka pada tiga ketika tersebut. Lalu mereka mandi dan berangkat shalat. Kemudian Allah perintahkan supaya mereka mendidik para budak serta anak yg belum baligh, untuk tidak masuk ke kamar eksklusif mereka pada tiga saat tadi, tanpa izin”. (Tafsir Ibn Katsir, 6/83).

Ketiga, pada akhir malam, sesudah Tahajud. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur pada awal malam, kemudian bangun tahajud. Apabila sudah memasuki ketika sahur, beliau shalat witir. Kemudian balik ke tempat tidur. Apabila beliau ada asa, dia mendatangi istrinya. Jika ia mendengar adzan, beliau pribadi bangun. Bila dalam kondisi junub, ia mandi akbar. Bila tidak junub, dia hanya berwudhu kemudian keluar menuju shalat jamaah”. (HR. An-Nasai 1680)

Mengakhirkan hubungan sampai akhir malam itu lebih baik. Lantaran pada awal malam terkadang pikiran orang itu penuh. Dan melakukan ji’ma pada saat pikiran penuh, bisa jadi membahayakan beserta putusan bulat para ahli, lantaran bisa jadi dia tidak bisa mandi, sebagai akibatnya dia tidur dalam kondisi junub, dan itu hukumnya makruh. (Mirqah al-Mashabih, 4/345).

Anjurang IslamNafkah BatinSuami Istri

Dipersembahkan oleh : RedaksiIslam.com

Bagikan ke teman-temanmu yuk…
azr.


sumber: reportaseterkini.net

Kenapa Setelah Menikah Istri Terlihat Kalah Cantik Dibanding Wanita Lain? Ini Penjelasan Nabi

Trenz CornerSeorang suami mengadukan apa yang ia rasakan kepada seorang Syekh. Dia berkata: “Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.

Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia.
Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.
Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku.”

Syekh berkata:  ﺃﻓﺄﺧﺒﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﺩﻫﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﻣﺮّ!؟


“Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah daripada yang engkau alami saat ini!?”

Laki-laki penanya: “Iya, mau.”

Syekh: “Sekalipun engkau mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini, pasti anjing-anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada wanita manapun.”

Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”

Syekh itu melanjutkan: ليس الأمر في عرسك ، وإنما هو في قلبك الطامع وبصرك الزائغ ، ولا يملأ عين ابن آدم الا التراب

“Masalah sesungguhnya bukan terletak pada istrimu, tapi terletak pada hati rakusmu dan mata keranjangmu. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah kuburan.”

Rasulullah bersabda:
لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانِيًا، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
“Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat”.

Lalu Syekh itu bertanya, “Apakah engkau ingin istrimu kembali seperti dulu, menjadi wanita terindah di dunia ini?”

“Iya Syekh,” jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.

Syekh: فاغضض ﺑﺼﺮﻙ ، فإن من ارتضى بحلاله رزق الكمال فيه
“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram… Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan suatu yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan yang sempurna di dalam barang halal tersebut.
Semoga bermanfaat
azr.


sumber : islamidia.com

Meskipun Jaman Sudah Modern, Namun Orang Jahat Masih Banyak Dan Begini Cara Menangkal Santet Sesuai Sunnah Rasul

Trenz CornerHukum Sihir Dan Perdukunan. Segala puji hanya kepunyaan Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan umat, Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tiada lagi Nabi sesudahnya.

Akhir-akhir ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya sebagai tabib, dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau perdukunan. Mereka kini banyak menyebar di berbagai negeri; orang-orang awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan mereka.

Maka atas dasar nasihat (loyalitas) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada hamba-hambaNya, saya ingin menjelaskan tentang betapa besar bahayanya terhadap Islam dan umat Islam adanya ketergantungan kepada selain Allah dan bahwa hal tersebut bertolak belakang dengan perintah Allah dan RasulNya.

Dengan memohon pertolongan Allah Ta’ala saya katakan bahwa berobat dibolehkan menurut kesepakatan para ulama. Seorang muslim jika sakit hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, baik penyakit dalam, pembedahan, saraf, maupun penyakit luar untuk diperiksa apa penyakit yang dideritanya. Kemudian diobati sesuai dengan obat-obat yang dibolehkan oleh syara’, sebagaimana yang dikenal dalam ilmu kedokteran.


Dilihat dari segi sebab dan akibat yang biasa berlaku, hal ini tidak bertentangan dengan ajaran tawakkal kepada Allah dalam Islam. Karena Allah Ta’ala telah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya. Ada di antaranya yang sudah diketahui oleh manusia dan ada yang belum diketahui. Akan tetapi Allah Ta’ala tidak menjadikan penyembuhannya dari sesuatu yang telah diharamkan kepada mereka.

Oleh karena itu tidak dibenarkan bagi orang yang sakit, mendatangi dukun-dukun yang mendakwakan dirinya mengetahui hal-hal ghaib, untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, karena sesuatu yang mereka katakan mengenai hal-hal yang ghaib itu hanya didasarkan atas perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin-jin untuk meminta pertolongan kepada jin-jin tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dengan cara demikian dukun-dukun tersebut telah melakukan perbuatan-perbuatan kufur dan sesat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam berbagai haditsnya sebagai berikut :

“Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab ‘Shahih Muslim’, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.”

“Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:‘Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun)) dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Abu Daud).

“Dikeluarkan oleh empat Ahlus Sunan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan lafazh: ‘Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

“Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR. Al-Bazzaar,dengan sanad jayyid).

Hadits-hadits yang mulia di atas menunjukkan larangan mendatangi peramal, dukun dan sebangsanya, larangan bertanya kepada mereka tentang hal-hal yang ghaib, larangan mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, dan ancaman bagi mereka yang melakukannya.

Oleh karena itu, kepada para penguasa dan mereka yang mempunyai pengaruh di negerinya masing-masing, wajib mencegah segala bentuk praktek tukang ramal, dukun dan sebangsanya, dan melarang orang-orang mendatangi mereka.

Kepada yang berwenang supaya melarang mereka melakukan praktek-praktek di pasar-pasar, mall-mall atau di tempat-tempat lainnya, dan secara tegas menolak segala yang mereka lakukan. Dan hendaknya tidak tertipu oleh pengakuan segelintir orang tentang kebenaran apa yang mereka lakukan. Karena orang-orang tersebut tidak mengetahui perkara yang dilakukan oleh dukun-dukun tersebut, bahkan kebanyakan mereka adalah orang-orang awam yang tidak mengerti hukum, dan larangan terhadap perbuatan yang mereka lakukan.

Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang umatnya mendatangi para peramal, dukun dan tukang tenung. Melarang bertanya serta membenarkan apa yang mereka katakan. Karena hal itu mengandung kemungkaran dan bahaya besar, juga berakibat negatif yang sangat besar pula. Sebab mereka itu adalah orang-orang yang melakukan dusta dan dosa.

Hadits-hadits Rasulullah tersebut di atas membuktikan tentang kekufuran para dukun dan peramal. Karena mereka mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib, dan mereka tidak akan sampai pada maksud yang diinginkan melainkan dengan cara berbakti, tunduk, taat, dan menyembah jin-jin. Padahal ini merupakan perbuatan kufur dan syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang membenarkan mereka atas pengakuannya mengetahui hal-hal yang ghaib dan mereka meyakininya, maka hukumnya sama seperti mereka. Dan setiap orang yang menerima perkara ini dari orang yang melakukannya, sesungguhnya Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari mereka.

Seorang muslim tidak boleh tunduk dan percaya terhadap dugaan dan sangkaan bahwa cara seperti yang dilakukan itu sebagai suatu cara pengobatan, semisal tulisan-tulisan azimat yang mereka buat, atau menuangkan cairan timah, dan lain-lain cerita bohong yang mereka lakukan.

Semua ini adalah praktek-praktek perdukunan dan penipuan terhadap manusia, maka barangsiapa yang rela menerima praktek-praktek tersebut tanpa menunjukkan sikap penolakannya, sesungguhnya ia telah menolong dalam perbuatan bathil dan kufur.

Oleh karena itu tidak dibenarkan seorang muslim pergi kepada para dukun, tukang tenung, tukang sihir dan semisalnya, lalu menanyakan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dengan jodoh, pernikahan anak atau saudaranya, atau yang menyangkut hubungan suami istri dan keluarga, tentang cinta, kesetiaan, perselisihan atau perpecahan yang terjadi dan lain sebagainya. Sebab semua itu berhubungan dengan hal-hal ghaib yang tidak diketahui hakikatnya oleh siapa pun kecuali oleh Allah Subhanahhu wa Ta’ala.

Sihir sebagai salah satu perbuatan kufur yang diharamkan oleh Allah, dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah ayat 102 tentang kisah dua Malaikat:

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan:”Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir’. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarkan ayat (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di Akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”(Al-Baqarah:102)

Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang mempelajari ilmu sihir, sesungguhnya mereka mempelajari hal-hal yang hanya mendatangkan mudharat bagi diri mereka sendiri, dan tidak pula mendatangkan sesuatu kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini merupakan ancaman berat yang menunjukkan betapa besar kerugian yang diderita oleh mereka di dunia ini dan di Akhirat nanti. Mereka sesungguhnya telah memperjualbelikan diri mereka dengan harga yang sangat murah, itulah sebabnya Allah berfirman :

“Dan alangkah buruknya perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir itu, seandainya mereka mengetahui.”

Kita memohon kepada Allah kesejahteraan dan keselamatan dari kejahatan sihir dan semua jenis praktek perdukunan serta tukang sihir dan tukang ramal. Kita memohon pula kepadaNya agar kaum muslimin terpelihara dari kejahatan mereka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada kaum muslimin agar senantiasa berhati-hati terhadap mereka, dan melaksanakan hukum Allah dengan segala sangsi-sangsinya kepada mereka, sehingga manusia menjadi aman dari kejahatan dan segala praktek keji yang mereka lakukan.

Sungguh Allah Maha Pemurah lagi Maha Mulia!.

Tata Cara Menangkal Dan Menanggulangi Sihir
Allah telah mensyari’atkan kepada hamba-hambaNya supaya mereka menjauhkan diri dari kejahatan sihir sebelum terjadi pada diri mereka. Allah juga menjelaskan tentang bagaimana cara pengobatan sihir bila telah terjadi. Ini merupakan rahmat dan kasih sayang Allah, kebaikan dan kesempurnaan nikmatNya kepada mereka.

Berikut ini beberapa penjelasan tentang usaha menjaga diri dari bahaya sihir sebelum terjadi, begitu pula usaha dan cara pengobatannya bila terkena sihir, yakni cara-cara yang dibolehkan menurut hukum syara’:

Pertama: Tindakan preventif, yakni usaha menjauhkan diri dari bahaya sihir sebelum terjadi. Cara yang paling penting dan bermanfaat ialah penjagaan dengan melakukan dzikir yang disyari’atkan, membaca do’a dan ta’awwudz sesuai dengan tuntunan Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya seperti di bawah ini:

A. Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat lima waktu, sesudah membaca wirid yang disyari’atkan setelah salam, atau dibaca ketika akan tidur. Karena ayat Kursi termasuk ayat yang paling besar nilainya di dalam Al-Qur’an. Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu hadits shahihnya :

“Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan syetan tidak mendekatinya sampai Shubuh.”

Ayat Kursi terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 255 yang bunyinya :

“Allah tidak ada Tuhan selain Dia, Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhlukNya), tidak mengantuk dan tidak tidur, kepunyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

B. Membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Naas pada setiap selesai shalat lima waktu, dan membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah shalat Shubuh, dan menjelang malam sesudah shalat Maghrib, sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.

C. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yaitu ayat 285-286 pada permulaan malam, sebagaimana sabda Rasulullah :

“Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya.”

Adapun bacaan ayat tersebut adalah sebagai berikut:

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya’. (Mereka berdo’a): ‘Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kewajiban) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.”

D. Banyak berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna.

Hendaklah dibaca pada malam hari dan siang hari ketika berada di suatu tempat, ketika masuk ke dalam suatu bangunan, ketika berada di tengah padang pasir, di udara atau di laut. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan: ‘A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq’ (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaanNya), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu.”

E. Membaca do’a di bawah ini masing-masing tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam :

“Dengan nama Allah, yang bersama namaNya, tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Bacaan-bacaan dzikir dan ta’awwudz ini merupakan sebab-sebab yang besar untuk memperoleh keselamatan dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan sihir atau kejahatan lainnya. Yaitu bagi mereka yang selalu mengamalkannya secara benar disertai keyakinan yang penuh kepada Allah, bertumpu dan pasrah kepadaNya dengan lapang dada dan hati yang khusyu’.

Kedua: Bacaan-bacaan seperti ini juga merupakan senjata ampuh untuk menghilangkan sihir yang sedang menimpa seseorang, dibaca dengan hati yang khusyu’, tunduk dan merendahkan diri, seraya memohon kepada Allah agar dihilangkan bahaya dan malapetaka yang dihadapi. Do’a-do’a berdasarkan riwayat yang kuat dari Rasulullah untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh sihir dan lain sebagainya adalah sebagai berikut:

1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam me-ruqyah (mengobati dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an atau do’a-do’a) sahabat-sahabatnya dengan bacaan :

Artinya: “Ya Allah, Tuhan segenap manusia….! Hilangkanlah sakit dan sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan dariMu, penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari).

2. Do’a yang dibaca Jibril , ketika meruqyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala yang menyakitkanmu, dan dari kejahatan setiap diri atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” Bacaan ini hendaknya diulang tiga kali.

3. Pengobatan sihir cara lainnya, terutama bagi laki-laki yang tidak dapat berjimak dengan istrinya karena terkena sihir. Yaitu, ambillah tujuh lembar daun bidara yang masih hijau, ditumbuk atau digerus dengan batu atau alat tumbuk lainnya, sesudah itu dimasukkan ke dalam bejana secukupnya untuk mandi; bacakan ayat Kursi pada bejana tersebut; bacakan pula surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat-ayat sihir dalam surat Al-A’raf ayat 117-119, surat Yunus ayat 79-82 dan surat Thaha ayat 65-69. 

Surat Al-A’raf ayat 117-119 yang bunyinya:

“Dan Kami wahyukan kepada Musa: ‘Lemparkanlah tongkatmu!’ Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka orang-orang yang hina.”

Surat Yunus ayat 79-82:

“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): ‘Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai’. Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: ‘Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan’. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: ‘Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenaran mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsung pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).“

Surat Thaha ayat 65-69 yang bunyinya :

“Mereka bertanya,’Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamilah yang mula-mula melemparkan?’ Musa menjawab,’Silahkan kamu sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang oleh Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berfirman: ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat, sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang.”

Setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut di atas hendaklah diminum sedikit airnya dan sisanya dipakai untuk mandi.)

Dengan cara ini mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan penyakit yang sedang dideritanya.

4. Cara pengobatan lainnya, sebagai cara yang paling bermanfaat ialah berupaya mengerahkan tenaga dan daya untuk mengetahui di mana tempat sihir terjadi, di atas gunung atau di tempat manapun ia berada, dan bila sudah diketahui tempatnya, diambil dan dimusnahkan sehingga lenyaplah sihir tersebut.

Inilah beberapa penjelasan tentang perkara-perkara yang dapat menjaga diri dari sihir dan usaha pengobatan atau cara penyembuhannya, dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

Adapun pengobatan dengan cara-cara yang dilakukan oleh tukang-tukang sihir, yaitu dengan mendekatkan diri kepada jin disertai dengan penyembelihan hewan, atau cara-cara mendekatkan diri lainnya, maka semua ini tidak dibenarkan karena termasuk perbuatan syirik paling besar yang wajib dihindari.

Demikian pula pengobatan dengan cara bertanya kepada dukun,’arraaf (tukang ramal) dan menggunakan petunjuk sesuai dengan apa yang mereka katakan. Semua ini tidak dibenarkan dalam Islam, karena dukun-dukun tersebut tidak beriman kepada Allah; mereka adalah pendusta dan pembohong yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib, dan kemudian menipu manusia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan orang-orang yang mendatangi mereka, menanyakan dan membenarkan apa yang mereka katakan, sebagaimana telah dijelaskan hukum-hukumnya di awal tulisan ini.

Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon, agar seluruh kaum muslimin dilimpahkan kesejahteraan dan keselamatan dari segala kejahatan, dan semoga Allah melindungi mereka, agama mereka, dan menganugerahkan kepada mereka pemahaman dan agamaNya, serta memelihara mereka dari segala sesuatu yang menyalahi syari’atNya.

(Dikutip dari tulisan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, dikirim : oleh al Akh Hari Nasution. Diterbitkan oleh Depar-temen Urusan KeIslaman, Wakaf, Dakwah Dan Bimbingan Islam, Saudi Arabia)
azr.


sumber : kabarnetizen.com

Alhamdulillah, Ibu-Ibu Wajib Baca !! Inilah Bacaan Doa Saat Melahirkan Agar Mudah, Lancar dan Selamat Secara Normal

Trenz CornerDoa Dimudahkan Melahirkan Setiap ibu yang sedang mengandung pastinya akan melalui proses melahirkan dan proses ini merupakan proses yang paling berat dan membutuhkan pengorbanan seorang ibu dalam menjalaninya karena disini seorang ibu akan dihadapkan dg pilihan hidup atau mati sehingga perlu sekali anda atau suami anda untuk sering – sering memohon dan meminta pertolongan kepada Alloh supaya memudahkan persalinan anda.

Doa Supaya Dimudahkan Melahirkan itu sendiri bisa anda amalkan dirumah setelah mengerjakan Sholat Wajib atau saat dimana istri anda sedang menjalani proses melahirkan serta anda sebagai seorang suami jg tak boleh lupa untuk mengingatkan seorang istri untuk sering – sering membaca Surat Al-Fatihah, Sholawat Nabi atau Istighfar baik secara lisan atau didlm hati ketika sedang menjalani proses melahirkan.

Adapun Doa Agar Dimudahkan Melahirkan yang bisa anda amalkan oleh anda sebagai suami ketika selesai mengerjakan Sholat Fardlu atau Sholat Hajjat adalah Surat Al-Fatihah, Surat Maryam, Ayat Kursi dan perbanyak membaca Istighfar, Sholawat Nabi dan Hamdalah. Anda juga bisa menambahkan bacaan doa itu sendiri secara lisan, memohon dan meminta langsung kepada Alloh supaya istri Dimudahkan Dalam Proses Melahirkan.


Bacaan Doa Agar Dimudahkan Saat Melahirkan

Bacaan Doa Melahirkan yang bisa suami amalkan baik setelah mengerjakan Sholat Wajib atau Sholat Sunnah Hajjat antara lain membaca Surat Al-Fatihah, Surat Maryam, Ayat Kursi, Perbanyak membaca Sholawat Nabi, Takbir, Hamdalah dan Istighfar serta bisa ditambahkan dg berdoa secara lisan kepada Alloh :

Bacaan Doa Mudah Melahirkan Ayat Kursi

Bacaan Doa Surat An Nahl Ayat 78

Bacaan Doa Dimudahkan Melahirkan Dg Lisan

Adapun bacaan doa secara lisan yang bisa anda lakukan sebagai suami supaya proses kelahiran istri anda lancar adalah : ” Ya Alloh, ya tuhan kamii. hamba memohon dan meminta kepada mu agar proses kelahirkan Istri kami dipermudah dan kurangilah rasa sakit yang dialami oleh istri hamba saat mengalami proses melahirkan dan sukseskan lah proses kelahirkan istri hamba, berikanlah kesehatan untuk istri dan anak hamba, serta berikanlah kami anak yang berbakti kepada orang tua, beramal sholeh atau sholehah dan sehat jasmani serta rohoninya. Amiinn “.

Mungkin cukup sekian penjelasan tentang Bacaan Doa Agar Dimudahkan Melahirkan yang bisa kami berikan kepada anda dan semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat untuk anda semua. Yang paling penting semoga proses kelahiran anda / istri anda bisa lancar dan diberikan kesehatan baik untuk anak dan anda./ istri anda.
azr.


Sumber : http://rukun-islam.com/doa-dimudahkan-melahirkan/