Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan

Ibu dan Anak Sombong Ini Mempermalukan dan Merendahkan Pengantin Gemuk di Sebuah Butik, Namun Reaksi dari Pemiliknya "Nancep" di Hati dan Membuat Mereka...

TrenzCorner - Bagi wanita, pernikahan adalah sebuah momen terindah seumur hidup sekali. Memakai gaun pengantin adalah mimpi tertinggi setiap wanita. Namun, banyak orang terperangkap dengan pemikiran, baju pengantin harus dipakai dengan bentuk tubuh yang bagus. Jika kamu punya pemikiran ini, baca dulu cerita nyata yang terjadi...

Gambar ilustrasi

Seorang wanita yang berbadan besar, dengan hati yang bergembira datang ke butik gaun pengantin karena kemarin malam dia dilamar oleh pacarnya.

Saat sedang mencoba beberapa gaun dengan ukuran yang besar bersama asisten baju butik ini, seorang ibu dan anak yang kelihatannya telah memesan gaun dari 2 minggu lalu, menggunakan ekor mata melihat wanita besar ini! Mereka sengaja berkata dengan keras, 

"Aku gak ngerti ya ma, kenapa orang seperti ini bisa menikah?"
"Iya, aku kira 'Ikan Paus' gak bakal dapat pasangan di dunia ini", jawab ibunya lebih sinis!

Wanita gemuk ini langsung malu, mukanya merah membara. Awalnya dia sangat senang, sekarang dia langsung memasukan kembali gaun pengantin yang mau dia coba dan pelan-pelan mau pergi keluar dari butik.

Pemilik toko yang mendengar kata - kata tak beretika itu, langsung menghalangi kepergian si wanita gemuk ini dan mengarah ke ibu anak itu berkata, "Aku gak ngerti kenapa orang seperti kalian bisa pesen gaun pengantin di butikku ini!"

Putri sombong itu langsung mengangkat kepalanya berkata, "Oh gitu ya? Kau salah! Aku sudah pesen dari 3 bulan lalu, aku hari ini datang untuk ambil pesananku!" Pemilik butik minta nama mereka, dia masuk ke dalam lemari gaun dan menempelkan 1 kertas dan kasih ke ibu anak sombong tersebut. 

Ibu anak ini heran, bingung, apa yang terjadi!? Pemilik butik dengan santainya menjelaskan, "Itu aku kasih bukti refund, kamu dapat uang refund kamu kembali. Pergi saja ke butik lain untuk gaunmu. Aku cancel pesanan gaun kalian dan KELUAR DARI SINI SEKARANG JUGA!"

Putri sombong itu langsung ngamuk! Dia robek bukti refund tersebut dan menghancurkan barang - barang di dalam butik karena pernikahannya tinggal seminggu dan gak mungkin dia sempat memesan gaun yang baru dalam waktu hanya seminggu!
  
Ibu yang tak terima ini juga marah, "Kami sudah pesan dengan desain khusus! Mana boleh kau sembarangan cancel barang kami!?"

Pemilik butik dengan senyum sini berkata, "Ini butik aku, aku punya hak untuk cancel pesanan orang lain. Aku gak berharap ada orang yang menghakimi tubuh orang lain ketika memakai gaun pengantin! Kalian berdua tampak sekali seperti orang bodoh yang hanya melihat rupa orang lain! Setiap wanita berhak mendapatkan kebahagiaan dengan memakai gaun pengantin butik kami terkecuali makhluk halus seperti kalian ini! Oh ya, gak lupa juga, barang - barang yang rusak di sini akan aku potong melalui kartu kredit putrimu, jadi jangan kaget kalau tiba - tiba ada harga yang harus kalian bayar."

Sudah tersudutkan seperti ini, dia sudah tak bisa melawan lagi! Dengan marah dan emosi dia hanya bisa keluar dari sana! Wanita besar tadi hanya bisa menangis dan pemilik butik memeluknya berkata, "Kamu cantik ketika memakai gaun kami. Tujuan aku membuka butik ini agar setiap wanita bahagia dihari pernikahannya, tidak terkecuali untuk dirimu juga. Hapus air matamu, dan cobalah beberapa gaun kami ya. Aku senang kamu akan menikah sebentar lagi"

Para tamu yang awalnya juga marah dengan perlakuan ibu anak sombong itu, tiba - tiba memberikan tepuk tangan untuk pemilik butik yang luar biasa ini!


Sumber : bomb | cerpen.co.id

Karena Istri Tidak Suka Berdandan, Dia Menceraikannya, Suatu Hari Waktu Bertemu Lagi Dengannya… Dia Menangis!

Trenz Corner - Aku dan istriku sudah menikah bertahun-tahun dan memiliki 3 orang anak.. Tapi, aku udah gak tahan sama dia! Dia gendut, jelek, gak suka dandan, udah kayak orang yang berbeda sama dulu waktu masih pacaran. Aku menyesal, kenapa bisa menikahi istri yang jelek kayak gini. Melihat wajahnya yang berminyak dan rambut lepek, aku udah tahan satu tahun, aku akhirnya memberanikan diri menceraikannya.

Setiap hari, sepulang kerja, aku langsung melihat seluruh rambutnya lepek berantakan, setiap hari selalu pakai daster yang sama, dia bilang dengan begitu lebih nyaman dan lebih mudah membersihkan rumah dan menjaga anak. Sejak mel4hirkan, dia terus bertambah gendut dan tubuhnya kini sama sekali tidak menarik. Setiap kali melihat perutnya yang gendut, kadang kalau pergi bertemu teman-temanku, mereka kadang sampai bilang, "Istri kamu h4mil lagi ya?" Aku malu bukan main.


Coba aku bilang seberapa parahnya dia, dia gak pernah bersihin bulu kaki atau bulu ketiaknya, bahkan kada di rumah dia juga tidak mengenakan pakaian dalam, setiap malam aku tidur sama dia, aku merasa sangat tidak nyaman. Setiap melihat wajah dan tubuhnya, serta kerutan di wajahnya, aku sama sekali tidak tertarik padanya, aku cuman pengen langsung tidur pulas.

"Kita cerai aja. Kayaknya pemikiran dan sifat kita memang gak cocok." Sebenarnya aku cuman gak bisa liat dia gendut dan jelek, sama sekali gak ada hubungannya sama sifat, itu cuman alasan aku aja. Istriku menitikkan air mata, namun dia sama sekali tidak membalas perkataanku, dia bilang dia menghormati semua keputusanku. Sebelum dia pergi, dia masih memasak makanan untukku dan anak-anak, dia juga masih mempersiapkan semua kebutuhan sekolah anak-anak, kemudian dia mengambil koper dan pergi dari rumah.

Setelah kejadian itu, aku tidak lagi bertemu dengannya hampir 1 tahun. Sebenarnya aku juga merasa aneh, aku sering teringat dia, aku sering mengingat bayangan dia memasak untukku, dia selalu tertawa saat bermain bersama anak-anak, dia sering bertanya bagaimana keadaan kantorku, semakin lama, aku semakin menyesal bercerai darinya.

Sewaktu dia h4mil, kami sangat menantikan kehadiran sang bayi, waktu aku melihat dia menyusui, aku benar-benar merasa aku menikahi istri yang paling penuh cinta! Sebenarnya, dia bukannya gak cantik, tapi demi aku, demi anak, demi keluarga ini, dia merelakan dirinya sendiri, dia sama sekali tidak punya waktu untuk merawat diri. Aku? Apa yang pernah aku lakukan untuknya?

Di dalam hatinya, anak-anak selalu yang terutama, aku selalu yang kedua, dirinya selalu ada di baris paling akhir. Aku menyesal, aku punya wanita yang demi aku rela mengorbankan segalanya, tapi aku sangat bodoh! Aku sendiri yang membuang kebahagiaan ini. Tapi sekarang menyesal juga tidak bisa mengembalikan lagi semuanya. Sampai suatu hari aku berpapasan dengannya..


Dia sudah berubah sangat drastis! Di hadapanku, aku melihat seorang wanita dengan tubuh yang sangat cantik, dia berdandan sangat anggun, rambutnya terurai rapi dan itulah mantan istriku! Di wajahnya, dia mengenakan make up tipis, kemudian dia tersenyum padaku, dia sangat amat anggun! Ternyata seletah meninggalkan aku, dia hidup dengan sangat baik, di sampingnya ada seorang lelaki. Aku tidak mampu berkata apa-apa, aku cuman bisa mengangguk dan mendoakan yang terbaik untuknya.

Sobat, menjadi seorang istri itu tidaklah mudah! Kita harus menghargai pasangan kita, apalagi mereka sudah banyak berkorban buat kita dan buat anak-anak kita. Coba, kapan terakhir kamu mencium dan mengucapkan 『aku cinta kamu』 sama istrimu? Pria yang menyayangi istrinya, pasti tidak akan membuat istrinya kehabisan waktu untuk merawat diri!


sumber : buzzhand | cerpen.co.id


Bocah dari Aceh Ini Temukan Sumber Listrik dari Pohon yang Tak Pernah Orang Bayangkan...

TrenzCorner - Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh mampu menemukan energi. Uniknya Naufal menemukan energi listrik dari pohon kedongdong.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Supriaman dan Deski ini sebelumnya hanya coba-coba. Berawal dari pelajaran di sekolah, Naufal akhirnya berhasil menciptakan tenaga listrik dari batang pohon.

"Awalnya saat saya mempelajari ilmu pengetahuan alam, saya membaca bahwa buah yang mengandung asam katanya bisa menghantarkan listrik, akhirnya saya lakukan uji coba pada buah kentang. Setelah itu saya berpikir lagi, kalau buahnya mengandung asam berarti pohonnya juga mengandung asam, akhirnya saya mulai melakukan eksperimen," ujarnya kepada SINDOnews di acara Pertamina Science Fun Fair 2016, Jakarta, Sabtu (29/10/2016).


Dia menjelaskan, pertama kali eksperimen itu dilakukan pada pohon mangga dan ternyata tidak layak. Akhirnya saya menemukan kedondong pagar yang kadar asam atau getahnya mampu menghantarkan listrik. 

Meski demikian, Naufal mengaku bahwa bekal yang dimiliki tidak hanya dari sekolah. Namun juga adanya  dukungan sang Ayah yang sangat membantu dalam percobaannya tersebut.

"Kebetulan ayah Naufal bekerja di elektronik. Jadi sedikit banyak saya tahu alat-alat elektronik," paparnya.

Hasil temuan energi dari pohon kayu ini memang sederhana, dengan rangkaian yang terdiri dari pipa tembaga, batangan besi, kapasitor dan dioda, arus listrik yang dihasilkan sangat tergantung kepada kadar keasaman pohon.

Sebelumnya, Naufal sudah melakukan lebih dari 60 kali percobaan dan menelan biaya sekitar Rp14 juta. Dengan temuannya ini, satu rumah dapat dialiri listrik melalui sepuluh pohon kedondong pagar.

Ditanya cita-cita dan keinginannya ke depan. Dengan sigap Naufal langsung menjawab ingin menjadi ilmuwan. "Saya ingin jadi ilmuwan dan kedepannya ingin mengembangkan eksperimen untuk menghidupkan alat elektronik," tukasnya.

Naufal sendiri diundang dalam acara Pertamina Science Fun Fair 2016 untuk berbagi inspirasi kepada para peserta lomba untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang inovatif dan inspiratif. Melalui ajang ini juga diharapkan, akan lahir Naufal lainnya yang mampu mengharumkan nama bangsa.



Sumber : autotekno.sindonews.com

Suami Wajib Baca!! Istri Itu Pendamping Hidup Bukan Pembantu... Yang Setuju Share Ya...

Trenz CornerSahabat media Renungan untuk beberapa suami serta beberapa istri. Saat pagi menegur bahkan juga mungkin saja sebelumnya adzan subuh dikumandangkan, istri yang anda cintai telah terbangun untuk menunaikan sholat malam dan mendoakan kebaikan kebaikan untukmu serta anak – anakmu. Ia lalu menyiapkan semuanya keperluan suami serta anak – anaknya, lalu bangunkanmu serta anak – anakmu dengan penuh kelembutan sepenuh cintanya.

Mempersiapkan air hangat untuk mandi, sarapan supaya tenagamu penuh, serta baju yang sudah dicuci bersih, disetrika rapi, serta disemproti wangi-wangian. Iya, istri Anda lakukan itu mulai sejak hari pertama pernikahan, sampai saat ini. Silahkan hitung, berapakah lama masanya? Berapakah banyak yang perlu ia korbankan untuk lakukan hal semacam itu? 
 

Sesudah suami pergi, yang terlebih dulu dilepaskan dengan doa yang tidak putus, senyum yang selalu merekah, muka yang sumringah, serta salam lembut penuh doa, pahamilah satu hal tengah mengantri demikian daftar kerjaan rumah tangga yang lain yang perlu ditangani oleh istri yang Anda sayangi itu.

Rumah, mesti selekasnya dibikin bersih. Mulai menyapu, mengepel lantai, jendela, membereskan kamar tidur, membersihkan piring, baju, serta ada banyak pekerjaan ‘remeh’ lain yang mustahil serta akan begitu melelahkan bila didetail satu persatu.Belum lagi bila istri Anda tengah dalam kondisi hamil, begitu melelahkan serta capeknya istri terkasih Anda. 

Berikut Satu pembicaraan seseorang anak lelaki dengan ibunya tentang inti seseorang istri serta seseorang suami dalam rumah tangga.

Di Subuh yang dingin... ku temui Ibu telah repot memasak di dapur. 
 " Ibu masak apa? Dapat ku bantu? " 
 " Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kegemaran Ayah " sahutnya. 
 " Alhamdulillah.. mantab tentu.. Eh Bu.. calon istriku sepertinya dia tak dapat masak loh... " 
 " Iya selalu mengapa..? " Sahut Ibu. 
 " Ya tak beberapa mengapa sih Bu.. cuma narasi saja, agar Ibu tidak kecewa, hehehe " 

" Apa anda fikir kalau memasak, membersihkan, menyapu, mengurusi rumah serta lain lain itu keharusan Wanita? " 
Saya memandang Ibu dengan tidak memahami. 
Lantas beliau meneruskan, " Ketahuilah Nak, itu semuanya yaitu keharusan Lelaki. 
Keharusan anda kelak bila sudah beristri. " tuturnya sembari menyentil hidungku. 
" Lho, tidakkah Ibu sehari-hari mengerjakannya? " 
" Keharusan Istri yaitu patuh serta mencari ridho Suami. " kata Ibu. 
" Lantaran Bapakmu mungkin saja tak dapat mengurus rumah, jadi Ibu bantu mengurus semua. Bukanlah atas nama keharusan, namun sebagai bentuk cinta serta bentuk Istri yang mencari ridho Suaminya " 

Saya semakin bingung Bu. 
 " Baik, anandaku sayang. Ini pengetahuan untuk kamu yang ingin menikah. " 

Beliau berbalik memandang mataku. 
 " Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Tidakkah keharusan Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, serta papan? " bertanya Ibu. 
 " Iya sudah pasti Bu.. "

 " Baju yang bersih yaitu nafkah. Hingga membersihkan yaitu keharusan Suami. 
Makanan yaitu nafkah. Jadi bila masihlah berbentuk beras, itu masihlah 1/2 nafkah. 
Karena belum dapat di makan. Hingga memasak yaitu keharusan Suami. Lantas mempersiapkan tempat tinggal yaitu keharusan Suami. Hingga kebersihan tempat tinggal yaitu keharusan Suami. " 

Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku yang cerdas serta kebanggaanku ini. 

 " Waaaaah.. hingga segitunya bu..? Lantas bila itu semuanya keharusan Suami. Mengapa Ibu tetaplah lakukan itu semua tanpa ada menuntut Ayah meskipun? "

 " Lantaran Ibu juga seseorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya. Ibu juga mencari pahala supaya selamat di akhirat sana. Lantaran Ibu menyukai Ayahmu, tidak mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu lakukan semua. Bila Ayahmu berpunya mungkin saja pembantu mungkin saja jalan keluar. Namun bila belum ada, ini yaitu ladang pahala untuk Ibu. "

Mudah-mudahan artikel diatas bisa jadi ide untuk pasangan suami istri dimana saja ada, serta bisa jadikan pelajaran utamanya kerjasama dalam berumah tangga. Serta janganlah dengan mudah menyakiti istri anda sebab banyak pengorbanan istri anda yang mungkin saja belum anda ketahui. Mudah-mudahan berguna.
azr..


sumber : viralmuslimah.com

Masya Allah! Inilah 7 Pengorbanan Istri yang Wajib Diketahui Para Suami. No. 7 Sungguh Luar Biasa

Trenz CornerDalam sebuah rumah tangga pasti ada perselisihan kecil yang membumbui perjalan rumah tangga setiap orang, ada pasang surutnya juga dalam perjalanan rumah tangga, rumah tangga tak selalu berjalan lancar dan mulus sesuai dengan keinginan anda. Bahkan mungkin dengan awal perselisihan terhadap pasangan akan berujung pada hal yang tidak di inginkan setiap pasangan yaitu perpisahan. Wanita adalah merupakan salah satu karunia terindah yang ada dan penting di dunia, akan tetapi banyak perjuangan serta pengorbanan wanita tidak di ketahui pria.

Berikut ini Pengorbanan seorang Istri yang mungkin Suami jarang mengakuinya :


1. Di Saat suami telah memutuskan menikah lagi dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis sebab terluka, tetapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar.

2. Sebagai istri ia harus siap mengorbankan impian-impiannya demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.

3. Pada Saat suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk dapat menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.

4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tidak berbatas. Ia bangun saat siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, kemudian mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, saat pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya dan menyetrika dengan rapi.

5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang isteri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service babu dan wanita penghibur digabung jadi satu.

6. Saat suaminya menginginkan punya anak 4,5,6 atau 9 orang, ia sebagai istri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawa melahirkannya. Suami kadang tak terlalu paham penderitaan macam begini sebab mereka tidak mengalaminya

7. Meski Lelaki tidak paham benar, tetapi Allah Maha Mengerti, sebab itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal sebab melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga.

Bagi istri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.Sungguh sangat Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan.

Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).

Semoga dengan adanya artikel ini dapat membuka fikiran seorang laki-laki terhadap pasangannya agar selalu menjaga perasaannya dan juga memuliakannya.   

Semoga bermanfaat
azr.


sumber : catatancerdas.com

Hati-hati, Orang Tua Jangan Mendoakan Jelek Kepada Anaknya, Biar Tidak Seperti Ini



Trenz CornerIni adalah pelajaran yang mesti diketahui setiap orang tua (ortu). Doa mereka sungguh ajaib jika itu ditujukan pada anak-anak mereka. Jika ortu ingin anaknya menjadi sholeh dan baik, maka doakanlah mereka karena doa ortu adalah doa yang mudah diijabahi. Namun ingat sebenarnya doa yang dimaksudkan di sini mencakup doa baik dan buruk dari orang tua pada anaknya. Jika ortu mendoakan jelek pada anaknya, maka itu pun akan terkabulkan. Sehingga ortu mesti hati-hati dalam mendoakan anak.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797). Dalam dua hadits ini disebutkan umum, artinya mencakup doa orang tua yang berisi kebaikan atau kejelekan pada anaknya.

Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR. Ibnu Majah no. 3862. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Riwayat ini menyebutkan bahwa doa baik orang tua pada anaknya termasuk doa yang mustajab.

Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan dalam kitab Al Adabul Mufrod beberapa riwayat mengenai doa orang tua. Di antara riwayat tersbeut, Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا
“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 32. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 24). Hadits ini menunjukkan bahwa doa jelek orang tua pada anaknya termasuk doa yang mustajab. Hal itu dibuktikan dalam kisah Juraij berikut ini. Kisah ini menunjukkan bahwa doa jelek ibunya pada Juraij terkabul. Kisah ini dibawakan pula oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod.

Abu Hurairah berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا تَكَلَّمَ مَوْلُوْدٌ مِنَ النَّاسِ فِي مَهْدٍ إِلاَّ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ [وَسَلَّمَ] وَصَاحِبُ جُرِيْجٍ” قِيْلَ: يَا نَبِيَّ اللهِ! وَمَا صَاحِبُ جُرَيْجٍ؟ قَالَ: “فَإِنَّ جُرَيْجًا كَانَ رَجُلاً رَاهِباً فِي صَوْمَعَةٍ لَهُ، وَكَانَ رَاعِيُ بَقَرٍ يَأْوِي إِلَى أَسْفَلِ صَوْمَعَتِهِ، وَكَانَتْ اِمْرَأَةٌ مِنْ أَهْلِ الْقَرْيَةِ تَخْتَلِفُ إِلَى الرَّاعِي، فَأَتَتْ أُمُّهُ يَوْمًٍا فَقَالَتْ: يَا جُرَيْجُ! وَهُوَ يُصّلِّى، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ – وَهُوَ يُصَلِّي – أُمِّي وَصَلاَتِي؟ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ، ثُمَّ صَرَخَتْ بِهِ الثَّانِيَةَ، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ: أُمِّي وَصَلاَتِي؟ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ. ثُمَّ صَرَخَتْ بِهِ الثَالِثَةَ فَقَالَ: أُمِّي وَصَلاَتِي؟ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ. فَلَمَّا لَمْ يُجِبْهَا قَالَتْ: لاَ أَمَاتَكَ اللهُ يَا جُرَيْجُ! حَتىَّ تَنْظُرَ فِي وَجْهِ المُوْمِسَاتِ. ثُمَّ انْصَرَفَتْ فَأُتِيَ الْمَلِكُ بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ وَلَدَتْ[1]. فَقَالَ: مِمَّنْ؟ قَالَتْ: مِنْ جُرَيْجٍ. قَالَ: أَصَاحِبُ الصَّوْمَعَةِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: اِهْدَمُوا صَوْمَعَتَهُ وَأْتُوْنِي بِهِ، فَضَرَبُوْا صَوْمَعَتَهُ بِالْفُئُوْسِ، حَتىَّ وَقَعَتْ. فَجَعَلُوْا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ بِحَبْلٍ؛ ثُمَّ انْطَلَقَ بِهِ، فَمَرَّ بِهِ عَلَى الْمُوْمِسَاتِ، فَرَآهُنَّ فَتَبَسَّمَ، وَهُنَّ يَنْظُرْنَ إِلَيْهِ فِي النَّاسِ. فَقَالَ الْمَلِكُ: مَا تَزْعُمُ هَذِهِ؟ قَالَ: مَا تَزْعُمُ؟ قَالَ: تَزْعُمُ أَنَّ وَلَدَهَا مِنْكَ. قَالَ: أَنْتِ تَزْعَمِيْنَ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: أَيْنَ هَذَا الصَّغِيْرُ؟ قَالُوْا: هَذَا فِي حُجْرِهَا، فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ. فَقَالَ: مَنْ أَبُوْكَ؟ قَالَ: رَاعِي الْبَقَرِ. قَالَ الْمَلِكُ: أَنَجْعَلُ صَوْمَعَتَكَ مِنْ ذَهَبٍ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: مِنْ فِضَّةٍ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: فَمَا نَجْعَلُهَا؟ قَالَ: رَدُّوْهَا كَمَا كَانَتْ. قَالَ: فَمَا الَّذِي تَبَسَّمْتَ؟ قَالَ: أَمْراً عَرَفْتُهُ، أَدْرَكَتْنِى دَعْوَةُ أُمِّي، ثُمَّ أَخْبَرَهُمْ
“Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan Juraij” Lalu ada yang bertanya, ”Wahai Rasulullah siapakah Juraij?”. Beliau lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).

(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggilnya ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya.  Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para p3l4cur?”[2] Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.[3]

Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak[4]. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?” “Dari Juraij?”, jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, “Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?” “Benar”, jawab wanita itu. Raja berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.” Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para p3l4cur.[5] Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para p3l4cur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.

Raja lalu bertanya padanya, “Siapa ini menurutmu?”. Juraij balik bertanya, “Siapa yang engkau maksud?” Raja berkata, “Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.” Juraij bertanya, “Apakah engkau telah berkata begitu?” “Benar”, jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, ”Di mana bayi itu?” Orang-orang lalu menjawab, “(Itu) di pangkuan (ibu)nya.” Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?” Bayi itu menjawab, “Ayahku si penggembala sapi.”

Kontan sang raja berkata, “Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas.” Juraij menjawab, “Tidak perlu”. “Ataukah dari perak?” lanjut sang raja. “Jangan”, jawab Juraij. “Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?”, tanya sang raja. Juraij menjawab, “Bangunlah seperti semula.” Raja lalu bertanya, “Mengapa engkau tersenyum?” Juraij menjawab, “(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 33. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 25).  Lihat [Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]


Maka sungguh amat bahaya jika keluar dari lisan orang tua doa jelek pada anaknya sendiri karena doa seperti itu bisa terkabul sebagaimana dapat kita lihat dalam kisah Juraij diatas. Yang terbaik, hendaklah orang tua mendoakan anaknya dalam kebaikan dan moga anaknya menjadi sholeh serta berada di jalan yang lurus. Ketika marah karena kenakalan anaknya, hendaklah amarah tersebut ditahan. Ingatlah sekali lagi bahwa di saat marah lalu keluar doa jelek dari lisan ortu, maka bisa jadi doa jelek itu terwujud.

Hendaklah orang tua mencontoh para nabi dan orang sholeh yang selalu mendoakan kebaikan pada anak keturunannya. Lihatlah contoh Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam di mana beliau berdoa,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim: 35)

Lihatlah sifat ‘ibadurrahman (hamba Allah) yang berdoa,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)

Moga Allah memperkenankan doa kita sebagai orang tua yang berisi kebaikan kepada anak-anak kita. Moga anak-anak kita berada dalam kebaikan dan terus berada dalam bimbingan Allah di jalan yang lurus. Jika kita sebagai anak, janganlah sampai durhaka pada orang tua. Banyak-banyaklah berbuat baik pada mereka, sehingga kita pun akan didoakan oleh bapak dan ibu kita.

Semoga sajian singkat di ini bermanfaat bagi pembaca setia.

Wallahu waliyyut taufiq.

Catatan Kaki:
[1] Maksudnya berasal dari perzinahan.

[2] Inilah doa jelek dari Ibu Juraij.

[3] Shalat yang dilakukan Juraij bukanlah shalat wajib. Sedangkan memenuhi panggilan orang tua itu wajib. Maka ini menunjukkan kelirunya Juraij yang tidak mau memenuhi panggilan ibunya karena perkara wajib tentu saja mesti didahulukan.

[4] Yaitu anak dari hasil zina.

[5] Ini menunjukkan doa jelek ibu Juraij terkabul.

Wahai Para Bujangan, Masih Pakai Alasan Mapan dulu untuk Menikah? Coba Baca Ini!



TrenzCorner - Kemapanan sebelum menikah tentunya sangat diidam-idamkan oleh wanita maupun laki-laki, hmm..apalagi yang namanya laki-laki, banyak yang gak mau nikah karna belum mapan. Dan uniknya, ini karna doktrin dari para wanita, karna wanita ingin laki-laki yang mapan sebelum menikah agar pernikahannya lancar. Lah nikah karna cinta apa karna kemapanan sih aslinya??

Susahnya lagi bukan hanya pasangan yang ingin menikah saja yang memikirkan hal ini, tapi orang tua mereka pun seolah tak mau ketinggalan dalam masalah ini. Yang paling menarik ketika orang tua justru berbicara mempesimiskan dan jauh dari keyakinan bahwa rezeki dalam kendali Allah, ‘ Belum mapan udah mau nikah, emangnya mau makan batu ?? ‘ wow, telak kena di hati.

Bisa jadi karna pikiran kamu terlalu sempit tentang rezeki atau ketidakpahaman bahwa Allah sudah mengatur rezeki pada diri masih-masing makhlukNya, sayangnya pemahaman sederhana pun tidak diandasi sikapyakin dan percayabahwa Allah selalu akan memudahkan jalan bagi orang-orang yang ingin mengikuti sunnah Rasulullah Alaihi Wasallam.


Mapan..ukuran kemapanan dari kamu mungkin berbeda-beda. Ada yang sebelum punya rumah belum mapan, belum kerja berarti belum mapan. Kalo nunggu itu semua, terus kapan ada pikiran nikah, sedangkan hal dunia seperti itu tak bisa langsung didapatkan harus menanti proses.

Sudah banyak yang membuktikan bahwa mapan sebelum menikah tidaklah menentukan sebuah rezeki setelah menikah, justru banyak yang telah menikah membuktikansetelah menikah rezeki begitu mudah mengalir. Tidak ada yang tahu rezeki kamu itu seberapa , lalu kenapa kamu takut menikah jika kamu masih memikirkan harta dunia??
“ Kamu itu belum punya apa-apa, istrimu nanti mau kamu kasih makan apa ?? Batu ?? “ Perkataan ibu ku membuatku tertunduk, namun aku yang masih kuliah ini tetap menginginkan untuk menikah.
“ Masa iya Allah tega ngelihat hambaNya makan batu Bu “ aku masih membela diri.
“ Sudahlah Nak, kuliah dulu yang bener terus cari kerja baru mikirin nikah “
“ Umur berapa tuh Bu, kalo aku gak dapet kerja, gak nikah-nikah donk !!??
“ Pasti nikah Nak, tapi tunggulah sampai kamu benar-benar bisa mencukupi keluargamu nanti “
“ Saat ini juga aku ngerasa mampu kok Bu, aku bisa kuliah sambil jualan, calon istriku juga pasti mau ngertiin aku “
“ Ya sudahlah nak, itu terserah kamu “


Kisah di atas adalah sebuah pengalaman nyata dari seorang Sahabat, nyatanya dan Faktanya ketika mereka menikah, mereka tidak sampai makan batu tuh. Mereka malah sekarang bisa buka usaha sendiri dan tentunya karna mereka percaya dengan rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan bukan hanya satu pasangan yang meyakini hal ini, banyak pasangan nikah muda yang sudah merasakan keajaiban rezeki setelah menikah.

Yang jelas, telah banyak saya mendengar kisah tentang melimpahnya rezeki justru datangnya setelah menikah. Dan ada hal yang salah satu guru ngaji saya pernah bilang, dan saya amati memang benar adanya, yakni :
GAK ADA BUJANGAN YG KAYA..!!!.

Tugas kita berikhtiar, nanti Allah yang mencukupi. Tugas kita menunjukkan keinginan yang kuat. Jangan memaksa kehendak, tetapi menunjukkan keinginan yang kuat itu penting.Percaya itu. Jangan hitung rezeki Allah dengan kalkulator manusia. Allah punya kalkulator yang jauh lebih canggih, kalkulator manusia tak kan sanggup menghitungnya.
" Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya" (Qs Ibrahim [14] 34 & an Nahl [16] ayat 18).

Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup.Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.
Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

#1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

#2. “Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (dinikahi) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

#3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

#4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnyapada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

#5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.
Waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia , pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.

Penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain.Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).
Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

"Ingat nikah itu untuk ibadah,bukan untuk senang senang/main-main.Kalau memang sudah siap lahir,batin,dan mental segeralah nikah" semoga yang membaca artikel wajibbaca.com ini sampai akhir, diberikan kemudahan, kelancaran rejekinya, sehingga segera cepat melangsungkan pernikahannya, menghalalkan pasangannya menggapai Ridha Allah. dan yang belum dapat pasangan, semoga dipermudah dan dipercepat jodohnya. Aamiin .. Aamiin..



Sumber :  vvanita.org

Ayah, Maafkan Aku, Aku telah Memperberat Hisabmu Di Akhirat (Merinding Bacanya)



TrenzCorner - Ayah, Maafkan Aku. Aku telah memperberat hisabmu di akhirat. Padahal aku tau bahwa setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawaban.

Kau adalah pemimpin keluarga, sedangkan aku masih saja berbuat dosa serta tak taat padamu dan ibunda.

Ayah maafkan aku, telah membuatmu berat menjawab jika Allah bertanya, "Wahai hambaku, bagaimana kabar anakmu. Mengapa dia (anakmu) tidak taat kepadaKu?"
.
Ayah, aku sungguh minta maaf. Karena aku berkata mencintaimu. Tapi aku tak menghiraukan hisabmu nanti di akhirat. Padahal kau telah susah payah membesarkanku. Dan kau susah payah mencari nafkah untukku. Sedangkan aku masih saja terlena oleh maksiat kepadaNya.
.
Sungguh terlalu hati ini. Hati seorang anak yang tak peduli terhadap nasib ayahnya di akhirat.
Saat Allah perintahkan menutup aurat, kenapa diri ini malah enggan?

Saat Allah perintahkan untuk sholat, kenapa diri ini masih malas-malasan?
Dan saat Allah melarang pacaran, mengapa diri ini malah menentang?
.
Kita terlena oleh nafsu syaitan, sedangkan kelak ayah kita tertatih dalam hisab yang Allah tetapkan.

Kita tertawa bersama kelalaian dunia, sedangkan ayah kita mungkin menangis sebab kita belum bertaqwa.

Ya Allah, kekalkan hidayahmu kedalam hati hamba. Jadikan ia pelita dalam gelapnya nafsu syaitan. Dan jadikan ia payung dalam hujannya fitnah dunia yang hina ini.

Ayah, semoga aku dapat menjadi penyejukmu di akhirat kelak.

Dan maaf ayah, jika selamat ini aku telah memberatkan hisabmu di akhirat nanti.






Sumber : reportaseterkini. net

Perkenalkan Rokok Sehat Ala Dokter Gretha, "Semakin Banyak Merokok, Semakin Sehat"



TrenzCorner - Saya seringkali mendengar tentang argumen "rokok itu menyehatkan" dari Dokter Gretha dan Prof Sutiman (ahli biologi dan fisika) yang keduanya membuka klinik di Malang. Mereka berhasil menjinakkan kanker dan berbagai macam penyakit, dengan menghisap dan menyemburkan asap rokok. Saya membaca artikel-artikel yang berkenaan dengan itu. Saya juga menonton video (yang dengan mudah bisa ditemukan di youtube), tentang bagaimana tembakau di tangan Dokter Gretha dan Profesor Sutiman, menjadi senjata ampuh melawan kanker kronis.

Tapi saya belum pernah melihat langsung, ---dan terus terang, saya sangat penasaran. Sampai suatu sore, Prov Among Kurnia Ebo mengajak saya pergi ke Nanggulan, Kulonprogo (20 kilometer dari Yogyakarta). Ia mengatakan, "Mari kita melihat, dan merasakan keajaiban tembakau."

Dokter Gretha, ternyata membuka cabang pengobatan tembakaunya di Kulonprogo. Klinik pengobatan itu ditangani oleh murid beliau, yang hampir 10 tahun menjadi asisten, menemani Dokter Gretha.
Tidak seperti lazimnya sebuah klinik yang selalu hampir dipastikan terdapat pengumuman "dilarang merokok", di tempat ini bertoples-toples rokok disajikan di atas meja. Lengkap dengan asbak yang berjejer. Setiap tamu yang datang dipersilahkan merokok. "Semakin banyak merokok, semakin sehat," begitu slogan yang diberlakukan di tempat ini.

Tak ayal, para asisten yang rata-rata adalah perempuan, --mereka ngobrol sambil merokok. Rokok yang mereka istilahkan dengan sebutan "devine".

Devine adalah sebuah campuran antara tembakau dan berbagai rempah, yang telah disterilkan dengan cara tertentu, sehingga menghasilkan sebuah paduan khas dengan aroma yang sedikit berbeda dengan rokok biasa. Asap yang telah menjadi nano ini (saya belum memahami betul arti kata "nano"), yang menjadi senjata utama untuk memerangi kanker.

Setiap pasien ditangani selama 3 jam. 1 jam pengasapan dengan pembakaran tembakau rempah yang dibakar di atas tungku (pasien duduk di atas kursi, dengan separuh badan ditutup sarung dimana tepat di bawah kursi diletakkan tungku yang menyala). Setelah proses pengasapan selesai, barulah proses selanjutnya, yakni: memasukkan asap dengan sebuah alat ke lubang telinga (semacam alat injeksi), seluruh area kepala, leher, dan bahu.

Tahap berikutnya adalah pembaluran. Seluruh badan dibalur rempah yang dicampur abu hasil pembakaran rokok dan tungku. Pasien kemudian dibungkus alumunium foil, dan dibaringkan selama satu jam di atas lempeng tembaga. Kemudian proses terakhir, adalah mengucuri seluruh tubuh pasien dengan air mendidih.

Air mendidih? Ya. Harus dengan air mendidih. "Tapi tenang, semua aman. Dijamin pasien tidak akan mlonyoh (julit mengelupas dan terbakar). Sebab campuran antara ramuan balur, serta pengaruh lempengan tembaga, akan menetralisir suhu seketika. Seluruh toksin, racun-racun radikal bebas yang mengendap selama bertahun-tahun di dalam tubuh, serentak keluar dalam proses ini. Lewat seluruh pori-pori, keringat, kencing, dan BAB (pasien akan langsung mules, dan mengeluarkan seluruh cairan perut berwarna hitam kecoklatan serta gas yang keluar secara beruntun).

Saya adalah pasien tanpa penyakit. Tapi tanpa disadari, seumur hidup saya telah menghirup jutaan zat beracun lewat udara (polusi, debu, asap kendaraan), lewat makanan (pestisida, zat pengawet, hingga formalin). Sebab dari sinilah salah satu sumber berbagai macam penyakit bisa tumbuh (diantaranya adalah kanker). Maka saya berbaring di atas lempengan tembaga, setelah satu jam diasapi tungku aroma tembakau pekat, sambil terus-menerus merokok devine. Telinga saya dimasuki asap, pori-pori kulit saya dimasuki asap, semuanya mengandung tembakau.

Saya berbaring dibungkus alumunium foil, rasa panas rempah yang dibalurkan ke seluruh tubuh (dari ujung kaki hingga ujung kepala) perlahan merasuki sekuruh pori-pori kulit. Mata terpejam, dan sedikit mengantuk. Imajinasi saya melayang dan membayangkan, mungkin seperti inilah ketika tubuh terbaring kaku di atas dipan jenazah. Bedanya jika mayat pasti dingin, dan yang ini hangat penuh aroma. Saya terbaring kaku, diam, selama satu jam. Ketika pikiran antara ambang sadar dan tidurm para oerawat datang membawa air mendidih. Badan saya diguyur air mendidih.

Panas? Ternyata tidak. Tapi perut langsung mulas, ---tidak tertahankan. O la la, pantas saja kamar perawatan ini dilengkapi dengan kloset duduk. Para perawat (2 orang) buru-buru keluar, sambil berseloroh, "Silahkan berak, Pak. Dan langsung mandi. Jangan lupa kunci dulu pintunya".

Hehe. "Prooot, preeet, srooot," cairan kental hitam kecoklatan menyembur dari anus, bercampur tahi. Banyak sekali, dan suara gas yang beruntun keluar tanpa bisa ditahan terdengar keras. Saya yakin semua orang yang di luar pasti mendengarnya, berdentum-dentum, terkentut-kentut, Alamak, alangkah leganya.

Tubuh saya seperti melayang. Segar dan enteng. Alangkah ringannya. Begitu selesai mandi, ganti baju, saya keluar kamar dan melihat seluruh benda-benda (kursi-kursi, pohon, bunga, halaman rumah) dengan pandangan takjub. Alangkah segarnya tubuh saya, alangkah jelasnya mata saya, dan semua yang saya lihat begitu membahagiakan.

Ditutup dengan segelas jamu dan balutan air jeuk di muka, leher, tangan, dan kaki. Saya pulang sambil tak lupa mengantongi berbatang-batang rokok devine, untuk saya hisap nanti di rumah.
Bulan depan saya akan kembali datang ke sini. Sebab siapa tahu masih ada racun bebal yang masih ngendon di dalam tubuh saya, ---racun-racun jahat yang telah saya simpan tanpa sengaja selama 50 tahun.

Ketahuilah, Doa Orang Tua Adalah Modal Terbesar Kesuksesan Seorang Anak



TrenzCorner - Tak bisa dipungkiri, Bahwa Doa Orang Tua Adalah Modal Terbesar Kesuksesan Seorang Anak, Kesuksesan yang dicapai oleh seseorang tak biaa lepas dari peran orang tua. Terutama doa mereka. Ya, doa orang tua adalah doa yang paling mustajab, terutama doa seorang Ibu, karena doa dari mereka untuk anaknya bisa menembus langit, entah doa baik ataupun buruk.

Mungkin sebagian orang masih tidak sadar bahwa kemungkinan kesuksesan-kesuksesannya selama ini adalah buah dari doa orang tua kepada Allah tanpa ia ketahui. Dan seorang ibu itu tanpa disuruh pasti akan selalu mendoakan anaknya di tiap nafasnya kala bermunajat kepada Allah. Tapi seorang anak belum tentu selalu berdoa untuk orang tuanya.

Barangkali juga kita suka mengeluh tentang sifat buruk orang tua, entah karena ibu nya cerewet, suka ikut campur, suka nyuruh-nyuruh, tidak gaul dan lain sebagainya. Jika seperti ini maka tragis. Kenapa tragis? Karena terlalu fokus dengan secuil kekurangan orang tua dan melupakan segudang kebaikan yang telah diberikan kepada kita selama ini.

Di luar sana mungkin ada orang-orang di pinggir jalanan, di bawah kolong jembatan dan di tempat lainnya mereka juga suka mengeluh, tapi yang mereka keluhkan ialah bukan karena sifat orang tua mereka, tapi mereka mengeluh karena mereka tidak punya lagi orang tua.

Bersyukurlah jika masih mempunyai orang tua. Jika ingin tahu rasanya tidak punya orang tua, coba tanyakan kepada mereka yang salah satu orang tuanya telah tiada. Mungkin perasaan mereka sangat sedih dan kekurangan motivasi dalam hidup.

Coba bayangkan jika kita tidak punya orang tua, ketika kita akan pergi ke luar rumah untuk sekolah atau bekerja, tidak ada lagi tangan yang bias kita cium. tidak ada lagi makanan yang tersedia di meja makan saat kita pulang. ketika hari lebaran rumah terasa sepi dan lebaran terasa tanpa makna.

Suatu ketika saya pernah mendapati seorang tetangga ketika menyiram tembakau berkata pada anaknya sambil meneteskan air mata: "Semoga melaratmu saya saja yang tanggung nak, semoga hidupmu dimudahkan oleh Allah."

Doa orang tua seperti diatas sebenarnya tipikal saja, alias biasa dan lumrah. Hanya saja, ketika kisah ini diceritakan sendiri oleh anak miskin dan mempunyai masa lalu kelam hinggak akhirnya mencapai kesuksesan pada masa kininya maka kisah ini akan memiliki getaran yang berbeda. Sangat mengharukan.

Modal utama kesuksesan seorang anak adalah Doa orang tuanya. Jika kita adalah orang tua, jangan pernah bosan bosan untuk mendoakan anak-anak kita. Kalau kita adalah anak, jangan sekali kali anggap remeh peran doa orang tua kita. Kalau kita sudah sukses, yakinilah bahwa dalam kesuksesan kita ada doa orang tua sebagai ruh kesuksesan itu sendiri. Lalu, sudahkah kita berbuat sesuatu untuk orang tua kita?

Anak tetangga yang saya ceritakan diatas, Hanya punya 2 stel baju dan celana, sepatunya sepatu rusak dan itupun cuma sepasang saja. Anak tersebut selalu tersenyum walau hidupnya pun tak punya masa depan yang jelas. Satu-satunya penguat semangatnya adalah suara orang tuanya yang selalu terngiang di telinganya: "semoga cukup saya saja yang melarat, semoga engkau bahagia."

Ketika anak tersebut sudah beranjak dewasa, Ada seorang ulama besar yang ingin menjadikannya menantu. Semua tetangganya mencibirnya dan berkata: "kok memilihnya jadi menantu, apa yang bisa diharapkan, dia takkan bisa membuat bahagia."

Sang calon mertua tak bertanya pekerjaan dan penghasilannya. Bertanya masalah duniawi hanya menjadi penghinaan ketika melihat fakta pakaian dan celananya jauh dari kata sederhana, terlihat beberapa bekas jahitan cukup banyak.

Pertanyaan mertuanya hanya satu: "apa kamu bisa ngaji nak?" Dijawabnya dengan anggukan kecil." Lalu dinikahkanlah dia dengan putrinya yang taat kepada orang tua.

Masya Allah, Mertua yang sangat wira'i, mendahulukan pertimbangan agama dalam mencari menantu.

Saat ini anak tetangga saya itu menjadi lelaki yang diberkahi Allah. Harta yang dimilikinya bisa dikatakan lebih dari cukup, punya anak shalih shalihah dan kehidupan yang damai bahagia.





Sumber : redaksiterupdate.blogspot.co.id

KISAH INSPIRATIF : 'Hafal Al Qur'an, Pemuda Ini Berangkat Haji Tanpa Mengantri"



TrenzCorner - Untuk menunaikan ibadah haji, para calon jamaah haji dari Indonesia harus mengantri dalam waktu yang lama. Jika mendaftar tahun 2016 ini, bisa jadi pendaftar haji baru bisa berangkat ke Tanah Suci belasan atau bahkan lebih dari 20 tahun selanjutnya.

Namun, Dimas Rusandra Dwi Putra, seorang pemuda yang hafal Al Qur'an ini bisa dikatakan beruntung. Tanpa harus mengantri lama, lelaki berusia 18 tahun yang berasal dari Desa Pandak, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, itu akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci hanya empat tahun setelah mendaftar.

Lebih beruntung lagi, Dimas berangkat haji bersama tiga anggota keluarganya, Syamsul Arifin (ayah), Rusmiati (ibu), dan neneknya, Ruhami.
"Saya daftar haji tahun 2012," kata Dimas ketika ditemui wartawan di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 13 Agustus 2016.

Dimas mengaku tidak menyangka bisa berangkat haji lebih cepat dari informasi awal ketika mendaftar. Semula, remaja kelahiran 13 April 1998 itu diberitahu bahwa dia baru bisa berangkat haji pada tahun 2024 mendatang.

Informasi bisa berangkat haji tahun 2016 ia dapatkan dari pihak kementerian Agama setelah menamatkan hafalan Al Qur'an 30 juz pada bulan Ramadhan bulan lalu.
"Saya pikir, ini semua adalah karunia dari Allah. Saya memang ingin sekali berangkat haji. Saya sampaikan keinginan itu ke orang tua dan setuju," kata santri Pondok Pesantren Wali Songo, Mimbaan, Situbondo, itu.

Rusmiyati, ibu Dimas, menjelaskan bahwa keluarganya hanya merupakan keluarga petani. Sudah lama anak tunggalnya itu menyampaikan keinginannya untuk naik haji. "Bapaknya usahakan, akhirnya tahun ini bisa berangkat haji," tuturnya.

Dimas dan keluarganya tergabung dalam kelompok terbang SUB 13 dan dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci pada hari ini, Ahad 14 Agustus 2016.




Sumber : tribunjateng

Kisah Nyata Inspiratif : "Suami Istri Gaji 900 Ribu, Nafkahi 100 Anak Yatim"



TrenzCorner - Sungguh dalam kehidupan ini, seorang manusia harus senantiasa bersyukur atas rezeki yang telah Allah beri. Jika pun hari ini kita tak memiliki uang namun kita masih bisa merasakan nikmatnya menyantap makanan, maka bersyukurlah karena kita bisa membeli dan memakan makanan dengan meminjam dahulu uang orang lain. Setelah itu kita kembalikan saat Allah memberikan rezekiNya.

Kita pun patut lebih bersyukur ketika mampu untuk makan sekaligus memiliki uang untuk membelinya. Dengan kata lain, kita patut untuk dikatakan sebagai orang yang berkecukupan dan menjadi orang yang senantiasa bersyukur.

Namun sebaliknya jika kita memiliki uang dan lidah untuk merasakan kenikmatan makanan terasa pahit ataupun tubuh dalam keadaan sakit, maka bersabarlah. Karena hidup ini akan diisi dengan berbagai ujian. Pun begitu juga ketika memiliki uang yang lebih kemudian mengajak yang lain untuk ikut merasakan rezeki tersebut, maka kita pun pantas masuk dalam kelompok orang yang diberi kelebihan oleh Allah.

Namun apa jadinya jika seseorang yang memiliki penghasilan yang pas-pasan justru bisa memberi makan dan mengurus anak yatim? Sungguh sebuah kehidupan yang jauh berbanding terbalik dengan kehidupan umumnya masyarakat yang enggan berbagi rezeki dengan anak yatim meski uang di tangan begitu banyak.

Orang yang bergaji pas-pasan ini benar-benar membuat kita sulit untuk mencerna bagaimanakah cara mereka memberi makan dan mengurus keperluan anak yatim tersebut? Bukan hanya satu anak, melainkan 100 orang anak. Benar-benar hal yang luar biasa karena Allah telah memilih orang tersebut untuk menjadi orang tua dari banyak anak.

Seperti suami istri ini yang mau menanggung 100 orang anak yatim dengan syarat anak-anak tersebut mau mondok / tinggal bersama mereka. Selain itu anak-anak juga harus mau sekolah. Sungguh sesuatu yang sangat luar biasa mengingat suami istri itu hanya memiliki gaji 900 ribu perbulannya dari kerja sebagai seorang kepala sekolah di sekolah swasta. Makan pun bukan hanya sekali, melainkan 3 kali dalam sehari. Belum lagi keduanya akan menyelipkan uang jajan di saku anak-anak yatim tanpa ada satu pun lembaga yang ikut menjadi penanggung jawab dari kehidupan mereka.

Ketika ditanyakan kepada mereka berdua, senyum merekah mulai terlihat dari keduanya. Salah satu dari mereka pun berucap, “Allah Maha Kaya, Allah Maha Pemberi Rezeki lewat caraNya, bukan cara kita.”

Allahu Akbar, betapa keyakinan telah membuat keduanya mau menjadi orang tua asuh bagi 100 orang anak, bahkan kini bertambah lagi. Benarlah sabda Rasulullah bahwa kita harus senantiasa menyayangi anak yatim sehingga Allah pun akan mengkaruniakan rezekiNya yang melimpah kepada kita.

Semoga bisa menjadi bahan perenungan panjang untuk kita semua yang merasa dilapangkan oleh Allah dalam rezeki namun enggan untuk membantu sesama, terutama kepada anak yatim.

Wallahu A’lam...

KEREN!! Siswa Ini Mengungkap Korupsi Para Guru di Sekolahnya dengan Cerdas dan Rapi. Apa Kamu Berani seperti Mereka?


TrenzCorner - Korupsi telah menjadi budaya, melekat dalam sistem, bahkan menjamur di institusi pendidikan.

Siswa-siswa ini tidak ingin praktik korupsi tersebut berlangsung terus menerus. Mereka ingin perubahan, mereka ingin korupsi hilang di Indonesia, minimal dari lingkungan sekolahnya.

Mereka pun bergerak dengan cerdas dan rapi, mengumpulkan bukti-bukti, berkas-berkas, mengorganisir aksi demo. Mereka bahkan mampu menghubungi media massa, agar semua orang tahu, apa kebusukan yang terjadi di sekolah mereka.

Semua tekanan mereka hadapi dengan berani.

Usia mereka boleh jadi masih muda, tapi cara mereka berpikir dan bertindak, sangat dewasa. Mereka inilah generasi penerus yang diperlukan oleh bangsa! Simak video mereka di bawah ini "Tonton 'Sekolah Kami, Hidup Kami' arahan Steve Pillar Setiabudi (Indonesia)"...





Untukmu yang Tidak Menawarkan Kemewahan, Tapi Mengajakku Berjuang Demi Masa Depan...



TrenzCorner - Kamu tidak datang dengan segepok janji manis yang membuat hatiku sekenyal mie yang baru saja selesai ditiris. Sampai hari ini kita lebih sering duduk bersisian sambil membicarakan banyak hal. Mulai dari bagaimana harimu, hal besar apa yang sedang terjadi di hidupku, sampai sesekali kelakar soal rencana masa depan yang bagi kita terasa besar, menakutkan, tapi juga membuat penasaran.

Sejak awal kamu tidak pernah menawarkan banyak hal. Tidak ada janji seperti “Nanti aku belikan X atau Y buat kamu, deh,” atau sikap mengumbar. Tak ada kalimat seperti “Di kantor, aku termasuk staf yang sering dipuji. Kalau kamu mau sama aku, kamu nggak akan menyesal deh, pasti.”

Tapi justru kesederhanaan itu yang menarik darimu. Kamu tak memperlakukanku seperti seseorang yang manja. Alih-alih, kamu mengajakku untuk berjuang bersama.

Sekarang kita memang belum bisa punya apa-apa. Makan hemat biaya, kost pun di tempat sederhana
Kita sama-sama tak berasal dari keluarga yang punya segalanya. Sejak kecil, kita dididik supaya punya bekal untuk “memapankan” nasib sendiri. Tak melulu mengandalkan orangtua ketika umur kita sudah dewasa. Karena itulah, kita tumbuh jadi dua individu yang tidak manja.

Di umur yang sekarang, kita belum punya banyak materi. Makan hemat biaya, kost pun di tempat yang sangat layak dibilang sederhana. Prinsip saat ini, uang lebih baik dikumpulkan untuk mematri masa depan nanti. Biarpun muda, kita tidak punya cukup uang untuk berfoya-foya.

Di kamus kita, makan malam romantis adalah duduk berdua di pinggir jalan, di lesehan menikmati malam. Apel rutin adalah kamu dan aku mengobrol di ruang tamu kosan — sampai sudah saatnya kamu pulang. Berkendara di mobil kap terbuka untuk memandang bintang? Ah, itu cuma ada di film atau televisi. Kita sudah cukup senang dengan kesederhanaan yang saat ini.

Tapi, kesederhanaan ini justru bisa kita kenang nanti. Saat umur lebih tua, dan ada anak-anak yang bermain di sela kaki-kaki kita


Ke mana-mana naik motor berdua, karena tak ada alternatif lain yang kita punya. Mengobrol di warung mie instan sampai jam malamku datang. Bertukar hadiah yang hanya mampu kita beli setelah menabung beberapa bulan. Ah, saat usia kita nanti sudah lebih matang, ini akan jadi semanis-manisnya kenangan. Saat sudah ada anak-anak kecil yang berlarian di rumah (rumah!) kita, memegang kaki-kaki kita dan tertawa, kamu dan aku tahu kita sudah sampai pada tahap bahagia.
Tapi sekarang, kita masih harus sama-sama berjuang.

Kamu pernah memarahiku karena boros membeli hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Aku pun sering mengingatkan agar kita sama-sama tak meremehkan pekerjaan — bagaimanapun, itu adalah tiket menuju kemapanan.

Tak pernah sebelumnya aku sehati-hati ini dalam pengeluaran. Mungkin karena aku akhirnya menemukan alasan untuk serius tentang masa depan. Bahkan, ide untuk tak bertukar hadiah anniversary demi modal untuk pernikahan jadi masuk akal. Untuk hal-hal seperti pulsa pun, kita tak alpa mengencangkan ikat pinggang.

“Buat internetan, kita pakai AXIS BRONET aja ya. Rp14.900 aja udah dapet kuota 1 GB, cukup buat komunikasi, ngerjain tugas, sampai hobimu karaokean di YouTube. Lumayan lho, aku bulan lalu udah nyoba. Masa berlakunya juga panjang, sampai dua bulan — jadi nggak harus sering-sering isi pulsa ;p”

Sekarang kita sama-sama berjuang. Agar kebaikan di masa depan lebih lekas datang


Terima kasih untuk tidak meremehkan kemampuanku untuk berjuang di sisimu. Terima kasih untuk tidak mencoba membuai dengan janji kamu akan memperjuangkan semuanya untukku. Terima kasih, kamu justru menghargai usahaku.

Akan ada saatnya nanti, kita tak perlu pulang ke rumah masing-masing lagi. Akan ada saatnya, kita mampu membiayai hidup makhluk kecil yang memanggil kita dengan sebutan menghangatkan hati.
Tentu saja ini semua masih berupa masa depan. Tentu saja, ini tak bisa kita dapatkan di masa sekarang. Tapi ada cara supaya kebaikan ini lebih lekas datang: tak henti-hentinya memperjuangkan masa depan.

Jangan lepaskan. Kita akan terus saling menyemangati, bukan?




Sumber : gelombang.org

Jika Kesabaran Tak Cukup Menyadarkan, Mungkin Kehilangan Akan Menyadarkanmu



TrenzCorner - Sudah sering kali aku lakukan menyabari setiap tingkahmu dan ketidak pedulianmu. Mungkin karena seringnya aku bersabar aku lupa bagaimana nyamannya menyampaikan segala unek-unek yang seharusnya dikeluarkan.

Aku suka kamu sibuk dengan alasan pekerjaanmu, dengan alasan menata masa depan kita. Tapi aku tidak suka jika kamu sama sekali tidak bisa ku kutanyai keberadaanmu?, dimana kamu, tidakkah kamu merindukanku, apa yang sedang kamu lakukan hingga tidak peduli padaku?

Apakah Aku Masih Berarti Bagi Dirimu? Lalu Seberapa Berartinya Aku Bagi Hidupmu?


Masih pentingkah aku dihidup kamu? masih ada kah peran penting ku dalam hari-harimu? masih kah aku memiliki arti di hidup kamu? ku bukan pajangan yang bisa kamu simpen ditempat manapun kamu suka, lalu kamu dengan bebas melakukan aktivitas kamu dan merawat pajangan itu sesuka waktu kamu kalau kamu ingat dan sempat.


Tidakkah Kamu Tahu Betapa Keras Usahaku Untuk Mengertikan Kamu?


Aku selalu mencobanya dan terus mencobanya, tapi pernahkan kamu mencoba mengerti betapa beratnya pengorbananku? pernahkah kamu sadar betapa besar kesabaranku? lalu pernahkan kamu sabar dengan penantianku?

Mungkinkah Kau Baru Akan Sadar Disaat Aku Tak Lagi Ingin Kau Peka Dengan Kehadiranku?


Entahlah aku tidak tahu aku harus bagaimana untuk membuatmu peka atau menunggu sampai kapan kamu akan peka dengan apa yang aku rasakan. Mungkinkah kamu baru akan mengerti saat aku tidak lagi menginginkan kamu peka, mengerti mauku? Jika itu maumu berarti saat itu aku sudah tidak lagi ada disampingmu.

Aku Mulai Berhenti Berharap Hal-Hal Yang Indah Bersamamu. Kesibukanmu, Ketidak Pedulianmu, Pengabaianmu Membuatku Lelah


Aku lelah berhap pada hal-hal indah yang pernah kamu janjikan dulu, yang pernah kita bicarakan dulu. Aku lelah meyakini bahwa kamu sedang berjuang untuk itu. Aku lelah percaya bahwa kamu akan melakukan apa yang kamu katakan dulu.

Bagimu Apakah Cinta? Gabungan Antara Dua Kesatuan, Yang Satu Terus Terusan Sabar Dan Yang Satunya Lagi Tak Kunjung Sadar


Kini aku melihat cinta itu sudah berbeda, cintamu sudah memiliki makna yang lain. Cinta yang terus memaksaku harus terus menyabari setiap kesalahanmu yang sengaja kamu lakukan. Sementara dirimu tak pernah menyadari apa yang telah aku rasakan ini.




Sumber : gelombang.org

Kisah Renungan : Perdebatan Murid Pintar dan Murid Bodoh, Siapa yang Benar?



TrenzCornerSeringkali kita menghadapi situasi beda pendapat saat menyelesaikan sebuah masalah. Kadang pula perbedaan pendapat itu berujung pada sebuah perdebatan sengit yang justru tak memberikan solusi apa-apa. Untuk itu, agar hal ini tidak terjadi lagi secara terus menerus, alangkah baiknya kita membaca dahulu sebuah cerita singkat yang sarat akan nasehat tentang bagaimana caranya menyikapi perbedaan pendapat tanpa melakukan perdebatan sengit yang tiada membawa hasil. Semoga kisah yang saya dapati dari sebuah akun Facebook bernama Budi Setiawan dapat menjadi renungan dan membawa manfaat untuk banyak orang

Perdebatan Murid Pintar dan Murid Bodoh

Di Tiongkok pernah ada seorang GURU yang sangat dihormati karena tegas dan jujur.

Suatu hari, 2 murid menghadap GURU. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik.

Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7.

Murid pandai mengatakan 21,

Murid bodoh bersikukuh mengatakan 27.

Murid bodoh menantang murid pandai untik meminta GURU sebagai Jurinya untuk mengetahui siapa yang benar diantara mereka , sambil si bodoh mengatakan : "Jika saya yang benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh GURU, tapi jika kamu yang benar ( 3x7=21 ) maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri ha ha ha ....." demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin dengan pendapatnya

"Katakan GURU, mana yang benar ?" tanya murid bodoh

Ternyata GURU memvonis cambuk 10x bagi murid yang pandai (orang yang menjwb 21).

Si murid pandai protes keras!!

GURU menjawab :
"Hukuman ini bkn utk hasil hitunganmu,tapi untuk KETIDAK ARIFANmu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tau kalo 3x7 adalah 21"

Guru melanjutkan : "Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi ARIF daripada GURU harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia!"

Pesan Moral

Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan, sebab secara tidak sadar kita telah membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak perlu.

Bukankah kita sering mengalaminya?

Bisa terjadi dengan pasangan hidup, rekan kerja, tetangga/kolega, bahkan anggota Dewan..hehe

Berdebat atau bertengkar untuk hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi secara percuma.

Ada saatnya kita diam untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia.

Diam bukan berarti kalah, bukan?

Memang tidak mudah, tapi janganlah sekali-kali berdebat dengan orang bodoh yang tidak menguasai permasalahan.
"MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI ORANG YANG BISA MENGONTROL DIRI & HINDARI KEMARAHAN ATAS SUATU KEBODOHAN !!



sumber : wajibbaca.com