Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan

'Kejarlah Akhirat, Maka Dunia ikut Kau Dapatkan' Kamu Tahu itu Tapi Kenapa Tak Kau Lakukan?.. Silahkan baca dan Renungkan

Trenz CornerKita sudah memahami betapa mulianya bangun di akhir malam untuk mendekat kepada-Nya, bermunajat dalam shalat Lail, mengiba memohon ampunan atas tak terhingganya maksiat yang kita lakukan, membaca kalam suci-Nya dengan penuh penghayatan, dan juga memohon segala kebaikan dari-Nya. Lantas, setelah mengetahui semua ini, mengapa tidak kita lakukan dengan rutin?

Kita mengerti bahwa shalat 5 waktu, keutamaannya yang paling utama bagi laki-laki, terletak pada jamaah di masjid pada awal waktu. Mengapa shalat jamaah yang sangat banyak keutamaannya ini tidak selalu kita buru?

Kita mengetahui bahwa puasa memiliki keistimewaan derajat di sisi-Nya, sehingga Dia berfirman dalam hadis qudsi, "Puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang memberikan balasan puasa itu". Lantas, mengapa tidak kita tambah keistimewaan itu di luar Ramadhan? Padahal Rasulullah mencontohkan dengan puasa senin kamisnya, dan hari-hari lainnya.


Kita juga memiliki ilmu bahwa yang disesali para mayit di kuburnya adalah kurangnya sedekah, hingga mereka berandai, jika mendapatkan penundaan kematian beberapa waktu, niscaya akan bersedekah dan termasuk ke dalam orang-orang saleh.

Lalu, apa yang menghalangi kita untuk memperbanyak sedekah kita? Mengapa tidak kita lakukan dengan penuh kesadaran dan kegembiraan?

Kita pun tahu, bahwa bacaan Alquran itu, kelak menjadi syafaat kita di hadapan Allah Ta'ala. Mengapa tidak kita perbanyak tilawah kita? Mengapa pula tidak kita perbanyak hafalan kita, agar di dada ini semakin banyak tersimpan kalam suci-Nya? Mengapa pula telinga ini hanya sedikit mendengar lantunan keindahan bait-baitnya?

Kita juga sudah mengetahui keutamaan menjaga amarah. Allah akan menahan siksa-Nya, bagi orang-orang yang mampu menahan amarahnya dan mengendalikan emosinya. Lantas, mengapa kita justru berbuat sebaliknya? Mengapa tidak kita paksa emosi ini agar mengarah kepada ridha-Nya?

Setiap kita mendapat karunia 1.440 menit dalam sehari semalam. Berapa menitkah setiap harinya yang kita sia-siakan untuk perkara yang tidak bermanfaat? Mengapa tidak kita catat kekufuran kita setiap hari dalam menyia-nyiakan menit-menit itu? Menit menjadi jam, jam menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, dan bulan pun menjadi tahun. Jangan-jangan, sudah bertahun-tahun dari nikmat usia kita saat ini, jika diakumulasi, telah kita sia-siakan.

Mengapa itu tidak kita mohonkan ampunan? Dan mengapa pula tidak segera kita ubah pola hidup yang menyia-nyiakan sebagian menit-menit kita itu?  Hidup adalah nikmat. Namun hidup adalah juga amanat. Belum tibakah saatnya bagi orang-orang yang beriman, untuk selalu tunduk dan patuh dalam totalitas penghambaan kepada-Nya?

Ya Allah, sungguh kami ini lemah, maka kuatkanlah kami. Dan sungguh kami ini hina, maka muliakanlah kami. Amin. (Abdul/Republika).
azr.


sumber : bacalah-indonesia.blogspot.com

Jadikanlah Air Matamu Paling Mahal di Dunia Dan Paling Bernilai di Akhirat....

Trenz CornerTidak ada salahnya menangis bagi dirimu, karena menangis adalah salah satu cara untuk mengungkapkan perasaanmu. Tapi Jangan sampai engkau menangisi atau air matamu itu jatuh untuk sebuah kesia-siaan dan hal-hal yang hanya akan membuat dirimu tampak buruk bagi orang lain.

Jika pun ingin menangis, menangislah sesering dan sebanyak yang kamu inginkan, tapi buatlah air matamu yang jatuh itu menjadi air mata yang paling mahal di dunia dan paling bernilai untuk di akhirat kelak.

Menangislah karena dosa-dosa yang telah kamu lakukan selama ini, menangislah karena menyesal telah melakukannya, jangan menagisi laki-laki yang sebenarnya tidak baik untuk dirimu. Agar air matamu itu menjadi yang paling bernilai kelak, agar tidak membuatmu terlihat murahan dengan menangisi laki-laki yang tak patut untuk kamu tangisi.


Menangislah sambil memohon ampun pada Tuhanmu, menagis karena kau menyesal telah berbuat hal-hal yang salah. Bukan menangisi laki-laki sambil memohon agar dia kembali padamu, agar dia tidak meninggalkanmu. Sungguh itu hanya akan membuatmu tampak murahan bahkan dihadapat orang yang kau tangisi itu.

Menangislah karena kamu ingin menguatkan hatimu, menangislah karena kamu ingin meluapkan segala bentuk emosimu, menangislah untuk sesuatu yang membuatmu tersiksa atau sesuatu yang mengikatmu.

Jangan menangis untuk mendapatkan simpati orang lain, jangan menjual air matamu untuk membuat orang lain menjadi peduli padamu atau untuk dikasihani oleh orang lain. Sungguh jika kau melakukan itu air matamu itu hanyalah air mata yang akan membuat dirimu tidak diperca oleh orang lain.

Menangislah karena kau memiliki kepekaan terhadap penderitaan orang lai, terhadap ketidak beruntungannya orang lain dibandigkan dirimu. Menangislah karena kau turut sedih atas penderitaan hidup orang lain, menangislah karena kamu mengeri.

Jangan menangis hanya agar kau ingin dilihat sebagai orang yang paling menderiata dimuka bumi ini karena masalah cinta atau mungkin atas kesalahanmu sendiri.

Kalau kau menangis karena alasan-alasan itu sudah pasti air matamu yang jatuh itu benar-benar jatuh bukan untuk kesia-siaan, yang akan menjadi air mata paling mahal sebab jatuh karena kau perasaanmu sedang peduli dan karena kau sedang menyesal telah melakukan kesalahan.

Dengan begitu kelak di akhirat air matamu bakalan menjadi air mata yang paling bernilai, karena bisa saja saat kau menujukkan kesediahanmu pada waktu yang tepa orang lain merasa senang sebab mereka merasa kamu peduli pada mereka.

KISAH HARU : "Kepedihan Seorang Suami Yang Memaafkan Perselingkuhan Istrinya Demi Anak-Anak Mereka"

Trenz CornerKisah ini sengaja kami tuangkan sebagai pembelajaran dengan maraknya peluang dan kejadian perselingkuhan yang banyak terjadi di kota kota besar, semoga kisah ini tidak menjadi terulang dan menjadi pelajaran yang sangat berharga betapa selingkuh itu sangat menghancurkan kehidupan berkeluarga, silahkan memetik pelajaran yang berarti dari kisah di ini... mohon bantu sebarkan agar bisa menjadi manfaat bagi keluarga-keluarga yang lainnya.. 

Saya adalah seorang suami berusia 32 th dan istri saya berusia 29 th, Alhamdulillah kami telah membina rumah tangga selama 8 tahun dan telah dikaruniai 2 putra putri (SD dan TK). Kami berdomisili di Semarang.

Saya seorang pegawai negeri, istri saya seorang pegawai swasta. Istri saya sudah bekerja di perusahaan ini (jasa konsultasi pajak) sudah selama 8 tahun sebagai seorang sekretaris merangkap admin dan keuangan (karena perusahaan itu sifatnya milik perorangan dan tidak begitu besar). Tetapi sekitar bulan September 2012 istri saya terpaksa resign dari pekerjaannya (karena pengasuh anak-anak kami), tetapi karena atasannya sangat menggantungkan dan mempercayakan pekerjaan pada istri saya, maka istri saya diminta untuk datang ke kantor setidaknya 2 kali setiap pekannya untuk datang mengurus keuangan perusahaannya. Waktu itu kami berpikir alhamdulillah masih ada tambahan untuk kebutuhan keluarga.

Hubungan persaudaraan keluarga kami dan keluarga atasan istri saya baik. Sekitar 1 bulan yang lalu, istri dari atasan istri saya (sebutlah namanya adalah si Z dan nama istrinya adalah ibu Y), menelepon saya karena akan berkunjung ke kantor saya dengan alasan ada proyek baru. Tetapi saya mempunyai firasat lain, pasti ada sesuatu yang akan disampaikan di luar proyek tersebut. Dan ternyata benar, ibu Y menyampaikan bahwa suaminya jalan dengan istri saya dengan kata lain mereka berselingkuh!

Firasat saya benar, pasti ada apa-apa dengan istri saya. Pikiran negatif terhadap istri saya selama bertahun-tahun ini menjadi kenyataan. Luluh dan hancur hati dan perasaan saya, apalagi ketika ibu Y memperlihatkan isi BBM-an suaminya dengan istri saya. Ibu Y tahu kejadian ini dari BB suaminya yang teledor menyimpan BB nya. Sungguh sakit kami membaca isi BBM itu, isi BBM itu sudah diluar batas kewajaran, sangat jorok dan jijik saya membacanya.

Singkat cerita akhirnya saya memanggil istri saya dan saya meminta ibu Y membawa si Z ke rumah saya dengan tujuan akan diinterogasi. Saya meminta bantuan kakak ipar saya (kakak dari isteri saya untuk mendampingi saya dan juga sebagai saksi). Akhirnya saya, istri saya, kakak ipar saya, ibu Y dan si Z berkumpul di rumah saya.


Dengan bukti percakapan BBM yang sudah saya print dan saya tunjukan ke mereka akhirnya mereka mengakui bahwa mereka berselingkuh, bahkan sudah melakukan hubungan badan di tempat kerja!!! Istri saya beberapa kali pingsan dan menangis terus-menerus karena terbongkarnya kasus ini.

Istri saya bersujud dan meminta maaf kepada saya di hadapan mereka dan mengaku bersalah, tetapi istri saya menyampaikan bahwa hal itu dilakukan karena di bawah tekanan dan paksaan si Z yang galak (si Z sepengetahuan saya memang galak kepada pegawainya), dan karena masih membutuhkan pekerjaan itu, bukan karena dasar saling suka, bahkan istri saya menyampaikan sesungguhnya hatinya sangat terpukul dan menjerit ketika peristiwa itu berlangsung (sama sekali tidak ada rasa suka ataupun menikmati) di samping itu memang istri saya masih membutuhkan pekerjaan untuk membantu kebutuhan keluarga.

Dalam BBM-an itu istri saya selalu meladeni apapun pertanyaan dari si Z, seperti “masih sayang ga sama aku?”, istriku menjawab “bukan masih tapi tetap”, lalu pertanyaan lainnya “enakan sama aku atau sama yang di rumah?”, istriku menjawab “ya disitu dong”, dll.

Istri saya membela diri sambil menangis, dan sambil menyebut “Demi Allah” bahwa apa yang dia jawab di BBM itu adalah bohong (bukan mewakili hatinya), semata-mata untuk nyenengin si Z, karena istri saya takut dimarahin, dan takut kehilangan pekerjaan itu. Istri saya meyakinkan saya bahwa cintanya, kasih sayangnya hanya untuk saya seorang. Tidak ada niatan sama sekali untuk menanam duri di daging saya.

Si Z akhirnya meminta maaf dan meyakinkan kami semua bahwa peristiwa itu adalah murni kesalahan dia, istri saya tidak bersalah katanya. Pengakuan istri saya bahwa kejadian itu terjadi sejak istri saya resign, entah kapan persisnya dan berapa kali kejadiannya. Mereka tidak bilang bulan apa dan berapa kali, walaupun sudah kami desak. Bahkan ibu Z memukuli suaminya di hadapan kami. Tapi Alhamdulillah bu, saya masih bisa mengendalikan emosi, tak sepatah kata kasar pun yang keluar dari mulut saya, apalagi perlakuan fisik baik itu ke si Z ataupun ke istri saya.

Setelah interogasi itu selesai dan si Z dan ibu Y sudah pulang, Akhirnya orang tua (ibu) dari istri saya dipanggil oleh kakak ipar saya untuk menceritakan kejadian ini, kembali istri saya menangis dan sungguh-sungguh menyesali perbuatannya dan tetap dia membela diri bahwa semua ini adalah didesak, dibawah tekanan, sama sekali tidak ada niatan, istri saya tidak berdaya, dan terpaksa meladeni nafsu setan si Z.

Akhirnya istri saya bersujud di kaki saya dan mencuci kaki saya lalu membasuhkan air cucian itu kemukanya dan bahkan diminumnya sambil disaksikan oleh ibunya dan kakak nya dan sambil berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan kembali meyakinkan kami bahwa peristiwa ini murni bukan kemauan istri saya dan tidak ada unsur suka-sama suka.

Akhirnya dengan mengucapkan Bismillah dan memohon ridho Allah SWT, saya memaafkan istri saya, saya kecup keningnya, saya peluk, dan saya coba mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Tindakan ini saya ambil karena demi mempertahankan bahtera rumah tangga saya dengan istri tercinta saya dan juga demi masa depan anak-anak saya. Saya tidak ingin anak-anak bertanya “ Ayah, Bunda mana?” ataupun sebaliknya “Bunda,, ayah mana?”.

Akhirnya saya menyuruh istri saya untuk berhenti kerja dan menghapus nama si Z di daftar BBM nya, semua barang-barang istri saya yang berhubungan dengan pekerjaannya kami buang. Dan sekarang sudah bersih tak tersisa, bahkan ganti no HP. Dan istri saya sekarang konsentrasi wiraswasta bisnis online.

1 hari, 2 hari dan sebulan sudah terlewati, cobaan itu kami lewati, Alhamdulillah kami tidak pernah melewati shalat 5 waktu, shalat malam dan tidak pernah terlewat untuk shalat berjama’ah, perlu diketahui bahwa istri saya berkerudung. Alhamdulillah keadaan istri saya sudah kondunsif, tetapi yang menjadi masalah baru sekarang adalah ada pada diri saya. Saya sedang melawan diri saya sendiri.

Saya memang tidak pernah melihat kejadian itu, tapi saya bisa berimajinasi, membayangkan apa saja yang mereka lakukan berdasarkan rentetan percakapan mereka di BBM, tidak bisa saya lupakan. Itu yang mengganggu saya. Bayang-bayang kotor kelakuan mereka selalu ada dipikirian saya. Astagfirullah… sungguh sangat mengganggu, saya selalu menangis bila mengingatnya.

Selalu ada dorongan yang sangat kuat yang selalu hadir setiap hari di pikiran saya untuk menanyakan kronologis yang sebenarnya mengapa peristiwa itu bisa terjadi, saya selalu ingin menanyakan seberapa besar tekanan dan paksaan itu diterima oleh istri saya sehingga istri saya mau meladeni si Z?, berapa kali persetubuhan itu terjadi?, dimana saja?, kapan saja?, apakah istri saya menikmati persetubuhan itu walaupun dalam keadaan terpaksa? Kenapa istri saya tidak melawan? Dan banyak lagi misteri-misteri yang belum saya ketahui yang ingin saya tanyakan ke istri saya. Terkadang saya menghibur diri dengan berkata pada diri saya sendiri bahwa segala sesuatu yang saya tidak tahu, hanya Allah lah yang tahu.

Pantaskah saya menanyakan hal itu? Atau saya pendam dan saya kubur dalam-dalam pertanyaan itu? Tapi rasa keingintahuan saya sangat besar… tapi saya berpikir kalaupun istri saya cerita, apakah akan menambah sakit hati ini. Perlu diketahui bila saya menyinggung sedikit saja peristiwa itu, maka istri saya langsung merasa terpojokan, marah pada saya, menangis bahkan kadang suka ngelantur karena saking tertekannya.

Istri saya selalu menyampaikan kepada saya: “Ayah, tolong jangan pernah ungkit-ungkit kembali peristiwa itu, bunda sangat sakit hati, bukan kemauan bunda, hati bunda juga menjerit, bunda sudah taubat, bunda sudah bahagia sekarang, bunda sudah terbebas dari lingkaran setan itu, bunda sangat senang sudah terbebas… Bunda sangat berterima kasih sama Allah bahwa Allah telah memberikan suami yang sempurna untuk bunda. Bunda ingin bahagia bersama ayah dan anak-anak dan menjalankan bisnis kita. Bunda sangat bahagia sekarang”.

Note: Nama , tempat, angka angka adalah samaran, kisah ini kami tuangkan sebagai pembelajaran bahwa perselingkuhan itu akan selalu berakhir tidak mengenakkan.
azr.


sumber : harianmuslim.net

Gadis Hebat Itu Dia yang Mau Diajak Hidup Susah. Tapi Bukannya Pria Hebat Tak Akan Membuat Gadisnya Menderita?

Trenz CornerKonsep tentang membangun hidup berdua, susah bersama, menuju kesuksesan dari nol terdengar s3ksi sekali di telinga. Rasa-rasanya inilah bukti tertinggi dari cinta. Untuk kita yang tinggal di Indonesia dan masih percaya bahwa pria lah yang harus jadi pemimpin terdepan finansial keluarga, keyakinan ini kemudian turun ke konklusi sederhana: cewek itu harus mau diajak hidup susah. Kalau gak mau berarti dia payah.

Bung, tidak sesederhana itu. Mengajak gadis buat bersama-sama hidup susah sebenarnya bukan goal yang bisa dibanggakan. Karena itu tandanya kamu tidak siap pasang badan demi mengusahakan kebahagiaan. Seumur hidup Ayah dan Ibunya sudah mati-matian membahagiakannya. Kok kamu datang-datang ajak hidup susah seenaknya?

Hidup susah karena merintis dan hidup susah karena clueless itu berbeda. Gadis yang bijak akan tahu harus memilih yang mana


Jelas semua orang tidak akan langsung mapan setelah punya gelar di belakang nama. Bahkan meski ia punya banyak koneksi dan datang dari keluarga ternama. Semua, memang harus dimulai dari titik start terendahnya.

Kamu dan priamu harus belajar ‘diinjak-inja’k dulu. Overtime hampir setiap hari. Memutar otak demi memenuhi keinginan klien yang kadang absurd untuk dituruti. Dikejar target, dikejar capaian keberhasilan, dicerca dan diberi masukan dari atasan sampai merasa “Kok aku bego banget ya?” Ini wajar saja. Sebab memang begini jalannya.

Namun jelas ada perbedaan antara hidup susah karena sedang merintis dan hidup susah karena salah mempertimbangkan momentum untuk menawarkan komitmen manis. Jika mau menunggu setahun lagi saja sampai masa training selesai sempurna, bisa settle down lebih tenang mungkin akan beda cerita. Tapi sayang kita-kita ini lebih sering mengikuti rasa. Mau asal cepatnya saja. Tapi jelas gadis yang bijak akan tahu harus memilih yang mana.

Ajakan nikah cepat karena rejeki pasti mengikuti jadi misleading kalau tidak hati-hati. Tuhan jelas baik. Tapi kita mesti cerah akal agar tak dihardik

“Udah lah, nikah aja. Rejeki nanti pasti ada.”

Jelas, kebaikan Tuhan tak perlu lagi dipertanyakan. Dari jalan-jalan tak terduga Ia selalu memberi kemudahan. Namun bukankah dalam hidup kita tak bisa terus bergantung pada kebaikan? Sebab toh kita-kita ini dianugerahi pikiran strategis dan kemampuan untuk mengambil keputusan. Kita bukan lagi anak manja yang bisa terus minta disuapi agar tak kelaparan.

Menawarkan masa depan dan membangun hidup baru dengan niat baik jelas akan membuka pintu rejeki. Namun ini bukan berarti bisa jadi free pass untuk gegabah mengikuti kata hati.

Harus diakui, hidup bersama jelas tidak murah. Belum lagi kalau ada nyawa-nyawa baru yang kelak butuh pampers, susu, dan biaya sekolah. Sesungguhnya keputusan ini baru bisa diambil setelah menemukan dia yang bisa jadi partner untuk membanting tulang sampai payah.

Kita-kita ini sudah dewasa. Sudah bukan saatnya ternganga dan hanya mengangguk saja karena janji Tuhan yang selalu manis dan tanpa cela. Dia memang akan memudahkan segalanya. Tapi kita juga harus tahu diri agar tak memberatkanNya. Toh Hamba yang harus Ia cukupi bukan kita saja.

Jika membawa nama Tuhan terdengar artifisal sekali, mari kita rasional saja kali ini. Gadismu itu sudah dibahagiakan orangtuanya setengah mati. Tidak bijak ‘kan membawanya untuk hidup baru yang masih absurd sekali?

Orangtuanya pernah merelakan siangnya jadi malam; malamnya jadi siang demi memenuhi keinginan-keinginanya. Ayahnya pernah terbirit-birit pulang dari luar kota setelah mendengar gadismu naik suhu badannya. Puluhan tahun sebelum kalian bertemu Ibunya merelakan seluruh gajinya sampai tak ada lagi yang tersisa karena dia tak lagi mau minum ASI dan memilih minum susu formula. Susu formula itu mahal. Tapi Ibunya tak pikir dua kali demi memberi putrinya tubuh montok nan pejal.

Mengernyitkah dahimu membaca ini? Apakah kamu merasa ini materialistis sekali? Sebenarnya ini bukan soal materi. Kisah Ayah dan Ibunya jauh dari sebatas memenuhi kebutuhan paling primer dalam diri.

Jika mau menilik lebih dalam lagi upaya dua orang terdekatnya itu — cinta, ternyata , adalah tentang usaha. Memberikan semua yang dipunya, mengusahakan segalanya yang terpikir di kepala. Membuatnya percaya bahwa dia bisa memiliki lebih dari sumber daya yang sebenarnya dimiliki. Bukan membatasi mimpi dengan ajakan hidup susah di awal hari.

Tak perlulah buru-buru menawarkan sesuatu jika memang belum siap. Toh menunggu sampai saatnya tepat tak akan membuat kalian kena hukuman strap

Membangun hidup bersama itu perkara besar. Banyak sekali yang mesti dipersiapkan — bersama, sekaligus belajar secara perlahan.

Ini bukan soal makin banyak teman yang setiap weekend mengirim undangan. Bukan juga tentang pertanyaan, “Kapan?” yang makin menuntut berbagai improvisasi jawaban.

Makin kemari hidup adalah tentang menemukan titik paling tepat untuk berkata, “Saya terima nikahnya.” Mengkalkulasi momen terbaik untuk menghalalkan semua cumbu yang ada. Menunggu, tidak membuat kalian jadi orang yang gagal. Justru gagal adalah ketika membuat komitmen yang menciptakan luka. Saat hidup tidak jadi lebih baik setelah dijalani berdua.

Tak perlulah buru-buru jika memang belum siap. Ini dunia nyata — bukan SD yang jika tak membawa PR bisa membuat kalian kena hukuman strap.
azr.


sumber : buletin-1.blogspot.com

Hanya Karena Uang Jajan Anak Kelas 3 SD Ini MENAMPAR Hati Ayahnya. Apalagi Kamu!! Kisah Ini Wajib Kita Baca dan Beritahu Ke yang Lain

Trenz CornerSeseorang ayah ingin mengajarkan pada anaknya mulai sejak awal, yang baru duduk dikelas 3 SD untuk mengatur duit jajannya. Sang anak di beri duit Rp 30. 000 per minggu. Umumnya uang itu diberikan sang ayah satu hari sebelum anaknya masuk sekolah.

Pada minggu pagi mereka sekeluarga bakal jalan-jalan ke kota untuk menikm4ti liburan. Sebelum pergi, tak lupa sang ayah memberi duit jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10. 000. Dan uang itu disimpan rapi dalam saku celananya.

Ditengah keasikan mereka nikmati hari libur, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kehadiran seseorang nenek pengemis yang telah tua renta sembari memelas kelaparan. Tak tega saksikan sang nenek tua memelas, sang anak dengan sigap segera keluarkan 3 lembar uang 10. 000, - dari saku celana serta diberikan semua pada sang nenek itu.


Kontan saja nenek pengemis ini terlihat demikian suka seraya menyampaikan rasa sukur dan terimakasih yg tidak terkira.

Sesudah si nenek tua berlalu, lantas sang ayah ajukan pertanyaan ; “Sayang, kenapa anda berikanlah semuanya uangmu untuk nenek itu? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk penuhi kepentingan hidupnya sampai kelak malam? ”

“Ayah.. bila nenek tua itu ikhlas terima yang sedikit jadi saya ikhlas untuk berikan yang semakin besar! ” Jawab anaknya dengan muka tersenyum..

Tek!!! Hati sang ayah segera tersentak kaget mendengar jawaban itu.

“Nah, selalu duit jajanmu untuk satu minggu ke depan bagaimana? ” Bertanya sang ayah coba menguji.

“Kan saya masih punyai bapak dan bunda! Tidak seperti nenek tua itu yang mungkin saja cuma hidup sebatangkara di dunia ini.” Balas anaknya.

“Kenapa anda begitu yakini bila bapak dan bunda bakal ganti duit jajanmu? Bapak tak pernah janji loh? ” Kembali sang ayah mengujinya.

“Kalau ayah terasa kalau saya yaitu titipan Tuhan yang dipercayakan pada bapak dan bunda, jadi saya begitu yakini ayah dan bunda akan tidak membiarkan saya kelaparan seperti nenek tua itu.... walau tanpa ada jajan, pasti bapak akan memberiku makanan yang seperlunya” Jawab sang anak mantap.

Seakan sang ayah tak meyakini dengan jawaban dari putrinya hingga ia kehabisan kalimat. Ia tak menganggap jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD. Ia seperti tengah berjumpa dengan seorang guru besar kehidupan dan ia tak bernilai apa-apa waktu ada dihadapannya.

Lantas ia berjongkok dan memegang ke-2 pundak putrinya.. “Sayang…ayah serta bunda janji bakal selalu membuat perlindungan dan merawatmu hingga Tuhan tentukan batas umur ini. Bapak begitu sayang padamu.. ” Sembari ke-2 matanya berkaca-kaca seolah tak kv4t menahan haru..

Sembari memegang ke-2 pipi ayahnya, sang anak membalas, “Ayah tak perlu berkata seperti itu. Sejak dahulu saya sudah tahu kalau bapak serta bunda begitu m3nc1ntai dan menyayangiku. Nanti bila saya telah dewasa saya bakal senantiasa melindungi ayah dan bunda, dan saya akan tidak membiarkan bapak serta bunda hidup dijalan seperti nenek tua itu…”

Serta air mata bapak dan bvndapun tak terb3ndung mendengar jawaban tulus dari anaknya. Dipeluklah badan mungil itu begitu erat.

Dan keluarga kecil itupun larut dalam haru serta kasih sayang.

Subhanallah, Begitu besar sekali hikmah dibalik narasi diatas tadi,
Semoga kita tetap senantiasa diberikan rasa cukup oleh Allah serta Semoga kita tetaplah selalu dijaga oleh Allah dengan keluarga yang bahagia. amin.
azr.


sumber : kabar-terpercaya99.blogspot.com

ALLAHU AKBAR! Pemilik PO Haryanto: Kamu Mau bakar Bus Saya Juga Nggak Apa-Apa. Mending Nggak Punya Apa-Apa Daripada Harus Jadi Musuh Tuhan

Trenz CornerHallo sahabat Jurnal Islam 24 Jam, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul ALLAHU AKBAR! Pemilik PO Haryanto: Kamu Mau bakar Bus Saya Juga Nggak Apa-Apa. Mending Nggak Punya Apa-Apa Daripada Harus Jadi Musuh Tuhan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

ALLAHU AKBAR! Pemilik PO Haryanto: Kamu Mau bakar Bus Saya Juga Nggak Apa-Apa. Mending Nggak Punya Apa-Apa Daripada Harus Jadi Musuh Tuhan


Owner po bis haryanto memprotes kebijakan pihak kepolisian yang dinilai tidak tidak berubah - ubah terpaut larangan mengangkat partisipan aksi 212 ke jakarta.

Rian mahendra selaku owner po bis mengatakan kalau pribadinya pernah dihubungi oleh pihak polres buat tidak bawa partisipan aksi 212. larangan ini langsung diprotes oleh rian, mengingat kapolri jendral tito karnavian seorang diri sudah mengizinkan.

salah satu hasil konvensi antara gnpf - mui dan juga polri terpaut aksi bela islam iii 212 merupakan tidak melarang keberangkatan partisipan aksi bela islam iii dari wilayah ke jakarta.

" kapolri ini konyol apa gimana.. kemarin di televisi bilang dah cabut larangan bus yg membawa masa istighosah akbar 2 12? ? kok masih terdapat polres telp2 kekantor buat larang bus jalur? ? " tulis rian mahendra di account facebook pribadinya, rabu (30/11/2016).

walaupun menemukan larangan, rian melawan dengan senantiasa hendak mengangkat jamaah yang hendak mendatangi aksi 212 di monas.

" sebagian armada aku yg membawa jamaah senantiasa hendak jalur, kalian ingin bakar bus aku dijalan pula silahkan " tantang rian

lebih lanjut rian mengatakan kalau pribadinya lebih baik tidak memiliki apa - apa daripada jadi musuh tuhan. " lebih baik ga memiliki apa2 dokter pada wajib jd musuh tuhan " tegas rian. [islamedia. id]


sumber: http:// berita. islamedia. id/2016/12/dilarang-polisi-pemilik-po-bus-ini-melawan-dantetap-mengangkut-peserta-aksi-212.html 

Pacarnya Menghina Ayahnya "Jadi Buruh itu Memalukan", Siapa Sangka "Satu Kalimat" Jawaban Dia Membuat Pacarnya Terdiam..

Trenz CornerDi zaman modern ini, seolah-olah pekerjaan dan penghasilan itu merupakan penilaian orang tersebut. Seorang netizen menceritakan kisahnya, sewaktu pacarnya menghina papanya yang merupakan buruh bangunan.

Sewaktu kecil, karena papa mamanya sibuk bekerja, Vonny selalu tinggal di rumah tantenya. Suatu kali papanya menjemputnya dengan gembira sepulang kerja, tapi Vonny yang baru kelas 4 SD bahkan tidak mau dipeluk papanya, dia mendorong tangan papanya sambil berkata, "Papa, kamu bau, jangan peluk aku."

Anak kelas 4 SD tidak mengerti betapa menyakitkannya kata-kata ini bagi papanya. Tapi melihat perubahan wajah papanya, Vonny sadar kalau dia salah dan membuat papanya sedih. Sampai setelah dia tumbuh besar, Vonny semakin mengerti, dia semakin menyesali kata-katanya saat itu.


Sewaktu kuliah, dia sering pergi ke proyek untuk melihat papanya dan makan malam bersama papanya. Bahkan, sewaktu papanya pulang kerja, dia langsung memeluk papa yang penuh dengan keringat. Vonny hanya berharap hal ini bisa menyembuhkan luka papa yang terdahulu.

Suatu kali, pacar Vonny berkaya kalau pekerjaan papanya ini adalah pekerjaan rendah, seluruh tubuhnya kotor dan bau, menurutnya itu sangat memalukan. Vonny yang mendengar hal ini langsung menjawabnya, 「Walaupun aku gak tau apa bedanya pekerjaan yang tinggi dan yang rendah, tapi kalau menilai derajat pekerjaan cuman dari kebersihan bajunya saja, kalau begitu pekerjaan yang derajatnya paling tinggi itu adalah pengangguran.」

Setelah besar, Vonny mengetahui papanya berkorban begitu besar baginya dan bagi keluarganya dengan bekerja sebagai buruh bangunan. Sejak dia jecil sampai kuliah, semua uang makan, uang belanja, itu adalah hasil keringat dan kerja keras papanya di proyek. Bahkan kalau papanya terluka, papa juga hanya diam-diam mengobatinya tanpa bilang sama mama dan Vonny. Vonny bahkan baru mengetahui hal ini sewaktu membantu papanya memijat punggung dan tangannya, dia menemukan banyak bekas luka. Vonny juga baru mengetahui kalau papanya pernah jatuh dari ketinggian.

Sewaktu makan dengan papanya, Vonny selalu memperhatikan papanya, baru mengetahui apakah papanya terluka atau tidak. Kalau dia mendengar kabar ada proyek yang kecelakaan atau perancah yang jatuh, ia akan langsung teringat papanya dan meneleponnya. Dia takut suatu hari nanti, yang mengangkat telepon itu bukan papanya, melainkan orang lain yang memberi tahu kabar buruk.

Jadi mendengar kalimat itu dari pacarnya, Vonny langsung menambahkan, "Mereka itu gak kotor, pemikiran dan pandangan kalianlah yang kotor!"

Demi menghidupi keluarga, banyak orang yang rela membanting tulang bekerja keras di bawah terik matahari dan hujan lebat, bahkan rela mengerjakan pekerjaan yang mengancam hidupnya. Semua itu hanya demi keluarganya bisa makan kenyang setiap hari, demi anak-anaknya bisa sekolah sampai sarjana, dan demi bisa memberikan rumah yang nyaman bagi keluarga. Semangat seperti ini, tidak dibedakan dari pekerjaan apapun. Semua orang yang bekerja memiliki kesulitan masing-masing yang perlu dihargai dan dihormati.

Jangan lupa untuk peluk papa dan mama dan ucapkan terima kasih untuk kerja keras mereka membesarkan kita selama ini ya!
azr.


sumber : coco01